Penyanderaan

Enam Bulan Disandera, Warga Jerman Lolos dari Boko Haram

Denny Armandhanu/Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 22/01/2015 01:31 WIB
Enam Bulan Disandera, Warga Jerman Lolos dari Boko Haram Kelompok teroris Boko Haram kerap melakukan penculikan di Nigeria dan menebar teror di negara-negara tetangga, salah satunya Kamerun. (Ilustrasi/Reuters)
Kamerun, CNN Indonesia -- Pasukan Kamerun dan negara sekutunya berhasil membebaskan seorang pria Jerman yang telah disandera selama enam bulan oleh kelompok teroris Boko Haram.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Kamerun Paul Biya dalam pernyataannya Rabu (21/1) yang disiarkan stasiun televisi CRTV.

Menurut Biya, operasi penyerbuan di negara bagian Adamawa sebelah utara Nigeria berhasil membebaskan Nitsch Eberhard Robert yang diculik Juli tahun lalu. Biya tidak menyebutkan rincian operasi penyelamatan.


"Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan, langsung atau tidak langsung, dalam pembebasan ini, terutama kepada pemerintah Jerman atas kontribusi mereka," kata Biya.

Diberitakan Reuters, Rabu (21/1), Robert diantarkan dengan pesawat militer Kamerun ke Bandara Internasional Yaounde. Tersenyum lebar, Robert disambut oleh pejabat pemerintahan Kamerun dan Jerman.

"Saya senang melihat orang-orang yang menyelamatkan saya dan memastikan saya selamat," kata Robert kepada wartawan sebelum digiring aparat.

Kedutaan Besar Jerman di Nigeria mengatakan bahwa Robert adalah seorang guru yang tengah menjalani pelatihan di kota Gombi, negara bagian Adamawa, saat diculik.

Kelompok teroris Boko Haram kerap melakukan penculikan di Nigeria dan menebar teror di negara-negara tetangga, salah satunya Kamerun.

April tahun lalu, Boko Haram menculik lebih dari 200 siswi dari Chibok di timurlaut Nigeria. Hari Minggu lalu, Boko Haram menculik 80 orang di bagian utara Kamerun. Operasi militer berhasil membebaskan 24 sandera, namun tiga lainnya tewas dalam penyerbuan tersebut.

Biya telah menyerukan kerja sama internasional untuk melawan Boko Haram. Pekan lalu, Duta Besar Rusia untuk Kamerun, Nicolay Ratsiborinski, mengatakan bahwa negaranya akan memberikan Kamerun senjata militer modern dan canggih, termasuk artileri berat, mobil tempur dan rudal, untuk menghadang Boko Haram.

Duta Besar AS untuk Kamerun, Michael Stephen Hoza mengatakan bahwa Amerika juga akan membantu melatih tentara Kamerun dan memberikan bantuan senjata. (den)