Boko Haram Tewaskan 100 Warga di Rumah dan Masjid Kamerun

Rizky Sekar Afrisia & Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 05/02/2015 05:21 WIB
Boko Haram Tewaskan 100 Warga di Rumah dan Masjid Kamerun Boko Haram mengebom Kano pada November 2014 (Reuters/Stringer)
Kamerun Utara, CNN Indonesia -- Serangan Boko Haram ke Kamerun utara, Rabu (4/2) menewaskan sedikitnya 100 warga. Diberitakan Reuters berdasarkan keterangan pemimpin masyarakat lokal, orang-orang dibunuh di rumah maupun masjid saat beribadah.

"Boko Haram memasuki Fotokol lewat Gambaru pada pagi hari dan membunuh lebih dari 100 orang di masjid, rumah. Mereka juga membakar bangunan," kata pemimpin itu melalui sambungan telepon. Salah satu anak lelakinya juga tewas ditembak.

Menurut surat kabar Kamerun, L'Oeil du Sahel, kebanyakan warga yang meninggal ditemukan dengan tenggorokan tergorok.


Pembantaian itu terjadi di tengah serangan melawan kelompok militan Islam, yang telah menculik ratusan dan membunuh ribuan orang di sekitar Nigeria. Boko Haram juga membuat serangan berdarah lintas perbatasan meningkat.

Menteri Informasi Kamerun, Issa Tchiroma menolak berkomentar terhadap peristiwa pembantaian itu. Ia mengatakan, pasukan militer Kamerun telah berhasil memukul mundur Boko Haram sampai ke perbatasan setelah pertarungan sengit yang menewaskan 50 anggota pejuang militan dan enam prajurit.

Kelompok jihad Sunni Muslim itu menjadi ancaman utama keamanan di Nigeria, negara di Afrika dengan perekonomian tertinggi yang juga produsen minyak. Apalagi Nigeria akan menggelar pemilihan presiden, 14 Februari mendatang.

Pemerintah regional telah menyiapkan sekitar 7.500 pasukan untuk memerangi Boko Haram.

Sebelumnya, stasiun televisi pemerintah dan militer berkata telah membersihkan basis Boko Haram di Gambaru dan Ngala, utara Nigeria pada Selasa (3/2). Mereka menewaskan sedikitnya 200 pejuang militan. Sembilan tentara Chad juga ikut tewas dalam upaya penyerangan itu.

Pada Rabu, televisi menayangkan tentara Chad tertawa-tawa di dekat mayat yang disebut sebagai dua pejuang militan Boko Haram.

Chad dikenal memiliki militer terbaik di kawasan itu. Tentaranya telah melakukan serangan udara terhadap para pemberontak selama beberapa hari terakhir. Mantan penguasa kolonial, Perancis juga mengirim pesawat dari markasnya untuk melaksanakan misi pengintaian.

(rsa/pit)