Masih tetap dilakukannya pengetatan pengamanan guna menciptakan rasa aman, utamanya turis asing yang selama ini menjadi menyumbang 10 persen perekonomian di Negeri Gajah Putih itu. Marketing Manager Tourism Authority Thailand (TAT), Indra Nugraha, pengetatan pengamanan banyak dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra mengatakan ditingkatkannya keamanan hanya dilakukan oleh aparat kepolisian. Menurutnya, pihak militer tidak sampai dilibatkan karena skala gangguannya dinilai kecil. “Dampaknya kecil, hanya bom rakitan waktu itu sehingga tidak sampai mengganggu industri pariwisata Thailand,” tuturnya.
Sejauh ini dia belum mengetahui sampai kapan pengetatan pengamanan akan terus dilakukan. Menurut Indra, Kementerian Pariwisata Thailand tidak begitu mempersoalkan adanya ledakan bom di pusat perbelanjaan mewah di Bangkok itu, dan adanya pengetatan keamanan. “Tak ada masalah, malnya juga hanya tutup sehari setelah adanya ledakan bom,” ujar dia.
Berdasarkan pantauan di Bangkok, tambah Indra, kegiatan warga berjalan seperti biasa. “Bisnis pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan, serta semua moda transportasi terus menawarkan layanan seperti biasa,” ungkap dia.
Kondisi keamanan di Thailand secara keseluruhan relatif baik dan stabil sejak junta militer melengserkan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, pada 2014 lalu. (obs/obs)