Tuduhan itu datang dari Ramzi Binalshibh, pria asal Yaman berusia 42 tahun, yang mengatakan ia mengenali penerjemah bahasa Arab, Louay al-Nazer, di “situs hitam” rahasia CIA.
Louay al-Nazer adalah bagian dari tim pembela untuk lima tahanan yang dituduh terlibat dalam peristiwa yang menewaskan hampir 3.000 orang di Amerika Serikat pada 2001.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang tahanan kedua juga mengidentifikasi si penerjemah hadir di sebuah penjara rahasia.
Sidang di penjara militer Teluk Guantanamo di Kuba kali ini adalah yang pertama sejak publikasi laporan komite Senat AS yang merinci metode penyiksaan yang digunakan dalam program penahanan dan interogasi rahasia AS pada Desember lalu.
Pengacara pembela menyatakan FBI juga telah menyadap pembicaraan mereka dengan klien mereka pada April tahun lalu. Mereka juga mengatakan para agen menginterogasi staf soal pengacara sekaligus menyelidiki salah satu pengacara.
Pohl kemudian menghentikan sidang dan memerintahkan penyelidikan oleh Departemen Kehakiman. Sidang dengar pendapat pada Senin adalah lanjutan dari sidang pada April tahun lalu.
Anne FitzGerald, pengamat dari lembaga Amnesty International pada sidang Guantanamo, mengatakan bahwa jika tuduhan tentang penerjemah itu benar, maka kehadirannya akan “sangat mengganggu.”
“Tim pembela harus bisa mewawancarainya sebagai saksi untuk kemungkinan penyiksaan dan penghilangan paksa,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Binalshibh telah dipenjara di Teluk Guantanamo selama lebih dari delapan tahun. (stu)