Kartun Pembangkang Malaysia di Ujung Pena Zunar

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Rabu, 11/02/2015 13:24 WIB
Kartun Pembangkang Malaysia di Ujung Pena Zunar Zulkiflee Anwar Haque alias Zunar menjadi langganan pembredelan dan penangkapan polisi karena kartunnya yang menyinggung kepemimpinan di Malaysia. (Dok. Facebook/Zunar Kartunis Fan Club)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Karya-karya kartunis Zulkiflee Anwar Haque sudah dikenal mewakili kaum pembangkang dengan kritik-kritik pedas terhadap pemerintahan Malaysia yang dinilainya korup. Penangkapannya kemarin malam usai mengkritik vonis Anwar Ibrahim hanya satu dari sekian kontroversi yang ditimbulkannya.

Dengan nama pena Zunar, kartunis ini telah malang melintang menggoreskan penanya di atas kertas sejak 20 tahun lalu di Malaysia. Karier awalnya sebagai teknisi laboratorium ditinggalkan demi ambisinya menjadi kartunis politik.

Seperti dijelaskan di situs pribadinya, karya pertama pria 51 tahun ini diterbitkan di awal 1973 di majalah Bambino. Dia lantas menggambar kartun editorial untuk berbagai majalah dan koran lainnya, seperti Kisah Cinta dan Gila-Gila.


Di majalah humor Gila-Gila, karya Zunar digandrungi karena pesan sinis dan politis yang dibawanya. Dia lalu menjadi kartunis untuk majalah Chili Padi, bagian dari Gila-Gila, dengan karya berjudul Gebang-Gebang.



Zunar lalu rutin menggambar kartun strip berjudul Papa untuk harian berita. Kiprah politik Zunar dimulai saat dia bergabung dengan gerakan Reformasi yang dibentuk setelah Anwar Ibrahim dipecat dari posisi wakil perdana menteri mewakili Mahathir Mohammad pada 1998.

Dia bersama beberapa aktivis sempat ditahan di penjara. Setelah dibebaskan, Zunar tidak lantas padam, justru makin berapi-api menggambar kritik politik. Saat ini, dia menggambar untuk berbagai koran politik.

Selain kebijakan pemerintah dan kasus Anwar Ibrahim yang disebut konspirasi politik, target serangan pena Zunar adalah istri Perdana Menteri Najib Razak, Rosmah Mansur, yang digambarkan dengan rambut sasak tinggi menjulang dan bergelimang berlian di jari-jarinya.

Rosmah menjadi "bintang" di buku kumpulan kartun terbaru Zunar berjudul "Ros in Kangkong Land". Rosmah digambarkan oleh Zunar sebagai wanita glamor yang mempengaruhi suaminya dalam membuat kebijakan.



Pada Juni 2010, buku kumpulan kartunnya berjudul "1 Funny Malaysia" dibredel dan dilarang dijual pada publik oleh Kementerian Dalam Negeri Malaysia. Menurut Zunar saat itu, larangan tersebut ilegal dan bertentangan dengan hak-hak kebebasan berbicara di Malaysia.

September 2010, Zunar ditahan polisi dan didakwa dengan pasal hasutan, tiga jam sebelum dia meluncurkan buku terbarunya "Cartoon-O-Phobia". Polisi menyita 66 cetakan buku tersebut.

Buku itu dianggap memuat isu-isu yang sensitif, seperti pembunuhan model Mongolia Altantuya, konspirasi terhadap Anwar, Rosmah, hilangnya mesin pesawat jet, kapal selam Scorpene yang tidak bisa menyelam, rasis, korupsi dan hilangnya dana publik di Sarawak.

Saat ini, dia tengah ditahan atas postingannya di Twitter usai ditolaknya banding Anwar Ibrahim pada kasus sodomi.

Zunar meyakini bahwa negaranya tengah menghadapi krisis moral dan korupsi, sehingga dia tidak bisa tinggal diam. Sebagai kartunis, dia merasa tidak bisa bersikap netral dan memihak pada kebenaran.

Metodenya adalah mengkritik langsung ke pemimpin tertinggi negara untuk memberikan dampak yang besar.

"Mengapa mencubit jika bisa meninju?!" kata Zunar. (stu)