Perancis telah mengerahkan sekitar 10 ribu personel militer untuk melindungi tempat-tempat umum. Sektor intelijen juga dilaporkan telah merekrut ribuan orang setelah serangan Paris Januari lalu yang menewaskan 17 warga Perancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, polisi Prancis membuka penyelidikan pada hari Minggu setelah lebih dari 200 nisan di pemakaman Yahudi di dekat kota timur laut Strasbourg dirusak.
Valls menyerukan kaum Yahudi di Perancis untuk tetap tinggal di negara itu, meski Perdana Menteri Israel memanggil warga Yahudi untuk pulang ke Israel.
"Pesan saya kepada orang-orang Yahudi Perancis adalah: Perancis merasa sakit seperti anda semua dan Perancis tidak ingin anda pergi," katanya.
Valls mengatakan pihak berwenang percaya bahwa serangan pemakaman merupakan perbuatan beberapa orang, tetapi pelakunya belum ditemukan. (stu)