“Tak ada pilihan lain, melihat persetujuan dari pemerintah dan rakyat Libya, mereka meminta pertolongan kita,” ujar Sisi pada radio Perancis Europe 1 pada Selasa (17/2), dua hari setelah ISIS merilis video pemenggalan 21 warga Mesir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk pada revolusi Libya pada 2011, di mana Perancis merupakan anggota pasukan koalisi internasional yang ikut menggulingkan Muamar Gaddafi, Sisi mengatakan bahwa misi mereka belum selesai.
“Kita mengabaikan rakyat Libya yang menjadi tawanan oleh militan ekstremis,” kata Sisi.
Sisi menyerukan kelompok milisi untuk menyerahkan senjata mereka, namun mendesak agar ada suplai senjata kepada pemerintah resmi Libya yang diakui oleh dunia internasional yang kini berbasis di kota Timur, Tobruk, setelah oposisi merebut Tripoli.
Pemerintah Libya di Tobruk telah meminta pencabutan embargo senjata mereka agar bisa merebut kembali wilayah yang dikontrol pemberontak. (stu)