Remaja Inggris yang Hilang Diduga Sudah Menyeberang ke Suriah

Ike Agestu, CNN Indonesia | Minggu, 22/02/2015 14:04 WIB
Remaja Inggris yang Hilang Diduga Sudah Menyeberang ke Suriah Seorang pria anggora ISIS diduga mengatur perjalanan ketiga gadis itu mencapai Suriah. (via Reuters TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga remaja wanita asal Inggris yang hilang dan diduga bergabung ke ISIS, dilaporkan kemungkinan telah menyeberang ke Suriah lewat perbatasan Turki.

Tiga pelajar yang bersekolah di Bethnal Green Academy di timur London itu kini menjadi berita utama di Inggris, dan keluarga mereka meminta mereka pulang ke rumah.

Namun sumber intelijen Turki, dikutip dari The Telegraph, mengatakan bahwa Shamima Begum, 15, Kadiza Sultana, 16, dan Amira Abase, 15, sepertinya telah pergi ke perbatasan dengan menggunakan mobil pada Jumat (20/2), menuju kota Tal Abyad yang dikontrol oleh ISIS.


Nama Amira Abase sebelumnya tak dirilis oleh polisi karena permintaan keluarga, namun namanya mulai disebut setelah keluarga masing-masing remaja itu membuat pesan yang menyerukan agar ketiganya kembali ke rumah masing-masing.

Sumber intelijen Turki mengatakan mereka bertiga terlihat di Tal Abyad pada Jumat. Mereka bepergian dengan seorang pria Suriah di dalam mobil pribadi. Mereka juga menggunakan kartu identitas Suriah.

“Setelah tiba di Istanbul, gadis-gadis itu bertemu dengan anggota ISIS yang bertugas menolong para warga asing yang ingin bergabung dengan mereka,” kata sumber itu.

Masih menurut sumber yang sama, ketiga remaja itu tinggal di Istanbul selama dua hari sebelum bepergian ke perbatasan. Sumber ISIS di Istanbul mengatakan mereka akan segera bergabung dengan pasukan ISIS di Suriah.

“Mereka di Istanbul dan mencoba menyeberang ke Suriah. Ada seseorang yang berkoordinas dengan mereka. Mereka tak bisa bergerak sendiri,” ujar sumber itu.

Tiga gadis yang disebut sebagai pelajar “kelas A” itu meninggalkan rumah mereka pada Selasa (17/2) sekitar pukul 08.00 pagi, pergi ke Bandara Gatwick bersama, naik penerbangan Turkish Airlines dan tiba di Istanbul pada pukul 18.40 waktu Turki.

Anggota parlemen Inggris menyerukan kontrol lebih ketat di perbatasan untuk menghentikan warganya bepergian ke luar negeri dan bergabung ISIS.

Ahli kontra terorisme mengatakan diperkirakan sekitar 50 wanita muda dan remaja Inggris telah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Shamima, Kadiza, dan Amira dilaporkan dekat dengan seorang teman satu sekolah mereka yang berusia 15 tahun yang telah lebih dulu berangkat ke Suriah pada Desember lalu.

Polisi pernah menanyai Shamima, Kadiza, dan Amira tentang teman mereka yang pergi ke Suriah itu, namun mereka tak berada di bawah pengawasan petugas kontra terorisme karena tak dianggap berisiko.

Masih belum jelas bagaimana proses radikalisasi terjadi pada ketiga gadis itu. Namun pada 15 Februari lalu, Shamima disinyalir menggunakan Twitter untuk berhubungan dengan Aqsa Mahmood, 20, seorang wanita dari Glasgow yang menikah dengan salah satu anggota ISIS.

Tal Abyad adalah kota yang dikontrol ISIS dan berada di perbatasan dengan Turki. Kota Turki di seberangnya, Sanliurfa, memang dikenal menampung banyak anggota ISIS. Hayat Boumeddiene, wanita Perancis yang menjadi istri Amedy Coulibaly yang terlibat dalam penyerangan Charlie Hebdo dan swalayan di Paris Januari lalu, dipercaya mengambil rute yang sama. (stu)