Ancam Taklukkan Roma, ISIS Diperolok di Twitter

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Senin, 23/02/2015 15:54 WIB
Ancam Taklukkan Roma, ISIS Diperolok di Twitter Ancaman ISIS untuk menaklukan Roma dilontarkan pada video eksekusi pemenggalan kepala 21 warga Mesir penganut Kristen Koptik, Minggu (15/2). (Reuters/Social media)
Roma, CNN Indonesia -- Ancaman kelompok militan ISIS untuk menaklukan Roma, ibu kota Italia, seperti gagal menebarkan teror. Alih-alih panik dan ketakutan, warga Italia punya cara sendiri untuk menyikap ancaman ISIS tersebut, yaitu dengan mengolok-olok kelompok militan ini melalui sosial media.

ISIS, kelompok militan yang terkenal kerap kali menyebarkan aksi teror melalui eksekusi yang sadis, mengeluarkan ancaman akan menaklukan Roma pada video eksekusi pemenggalan kepala 21 warga Mesir penganut Kristen Koptik, Minggu (15/2).

"Hari ini, kami berada di Selatan Roma. Dengan ijin Tuhan, kami akan menaklukan Roma," kata seorang anggota militan ISIS yang menggunakan tutup kepala khas berwarna hitam, sehingga identitasnya tidak diketahui.


Menanggapi ancaman ISIS tersebut, pengguna media sosial ramai-ramai berkicau di Twitter dengan membubuhkan tagar #We_Are_Coming_O_Rome. Kicauan para pengguna Twitter ini disertai dengan meme, dan foto yang berisi olokan terhadap ISIS.

Cathy Crawley, seorang aktor dan fotografer, mengunggah foto yang menggambarkan adegan dalam film Gladiator, yang dibintangi oleh Russel Crowe.

"Saya akan peringatkan sang Gladiator!", cuit Cathy dalam akun Twitter miliknya, @Cathy_Crawley.



Pengguna akun Twitter lainnya, Vittoria Bernardi, memajang foto yang menggambarkan betapa parahnya kemacetan lalu lintas di Italia, sehingga sebaiknya ISIS tidak mendatangani Roma.

"Inilah Roma. Sebaiknya Anda kunjungi tempat lain saja," cuit Bernardi.



Sementara pengguna akun Twitter lain, Carl Gunnar Andersen, mengunggah foto pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi tengah berusaha meluruskan posisi Menara Pisa yang miring.



Meskipun ancaman ISIS diperolok, sejumlah para pakar dan organisasi anti-terorisme khawatir kelompok militan ini benar-benar akan meluncurkan serangan di daratan Eropa dan memasuki Roma lewat Libya. 

Italia dan Libya hanya dipisahkan oleh Laut Mediterania. Seperti dicatat oleh Russia Today, jarak antara Libya dengan pulau paling selatan Italia, Lampedusa, hanya sekitar 483km. 

"Libya memiliki pantai yang panjang dan berdekatan dengan negara-negara Tentara Salib selatan, yang dapat dicapai dengan mudah bahkan oleh perahu sederhana," bunyi surat propaganda ISIS yang diduga ditulis oleh seorang pendukung ISIS bernama Abu Ibrahim al-Libim, dikutip dari Russia Today, Rabu (18/2). Libim diyakini bertugas sebagai perekrut ISIS secara daring untuk wilayah Libya.

Dalam surat tersebut, Libim menjelaskan bahwa anggota ISIS dapat menyamar sebagai imigran ilegal untuk sampai ke Italia. Ide ini memanfaatkan fakta bahwa imigran ilegal sangat besar jumlahnya di Italia. (ama/ama)