Pengadilan ISIS Kembali Bebaskan 19 Warga Kristen Suriah

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Senin, 02/03/2015 00:33 WIB
Pengadilan ISIS Kembali Bebaskan 19 Warga Kristen Suriah Para sandera ISIS yang merupakan warga Kristen Suriah berlutut di depan para anggota kelompok teror ISIS. (REUTERS/Social media via Reuters TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok teror Negara Islam untuk Irak dan Suriah (ISIS) kembali melakukan pembebasan terhadap belasan sandera dari desa Kristen Asiria, Suriah. Setelah melepaskan 22 orang pada hari Sabtu lalu, ISIS kembali melepaskan 19 orang sandera.

Menurut informasi yang diperoleh dari para pemantau Hak Asasi Manusia di Suriah, seperti yang diberitakan kantor berita Reuters, Ahad (1/3), pembebasan yang dilakukan ISIS terhadap 17 orang lelaki dan dua orang perempuan itu dilakukan setelah para sandera melalui pengadilan Syariah ISIS.

Berdasarkan data Lembaga pemantau HAM, Syrian Observatory, warga yang dibebaskan merupakan sebagian kecil dari 220 warga Kristen yang sebelumnya ditangkapi oleh ISIS di desa Asiria, Suriah. Hingga kini, belum ada kejelasan sikap dari ISIS terkait sisa dari sandera warga Kristen lainnya.

Jumlah sandera yang sempat ditangkapi ISIS, kata salah seorang pemantau HAM Suriah, Osama Edward, jumlah warga Kristen yang disandera sebenarnya berjumlah lebih dari yang disebutkan.


Estimasi jumlah sandera, menurut Edward, memang terus bertambah. Sebab, tak pernah ada pernyataan yang terang dari ISIS mengenai sandera yang mereka tangkapi. Tak terkecuali perempuan dan anak kecil juga orang tua mereka tawan sebagai sandera.

Hingga hari ini menurut pantauan para pemantau HAM, sebanyak 1.969 jiwa telah melayang lantaran kekejaman ISIS. Dua pertiga dari para korban, adalah rakyat sipil yang tak terkait konflik apapun.

“Kami percaya jumlah yang telah dibunuh ISIS jauh dari yang pernah tercatat, Sebab data laporan kehilangan anggota keluarga yang Syrian Observatory miliki mencatatkan angka yang melebihi dari korban yang telah terdokumentasikan,” kata Syrian Observatory dalam siaran persnya.

Selama ini, ISIS memang menargetkan pembantaian terhadap kaum-kaum minoritas agama, terutama bagi mereka yang tak mau bersumpah mengakui khilafah mereka. Bulan lalu, ISIS melakukan pemenggalan terhadap 21 warga Kristen Koptik asal Mesir. (sip)