Hingga kini belum ditemukan jejak pesawat Boeing 777, yang hilang setahun lalu ketika membawa 227 penumpang dan 12 awak kapal dan dianggap sebagai misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia.
Dalam sistem baru yang diujicoba ini, pesawat komersial penerbangan jarak jauh diwajibkan untuk melapor setiap 15 menit, bukan setiap 30-40 menit yagn kini berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada rincian lebih jauh terkait penerbangan atau rute yang akan dicakup dalam uji coba ini.
“Pendekatan baru ini dengan cepat memperbaiki upaya pengawasan penerbangan jarak jauh dan membuat masyarakat semakin lebih percaya kepada penerbangan, tanpa memerlukan investasi dalam penambahan teknologi oleh perusahan penerbangan,” kata Truss.
Perusahaan penerbangan secara umum mendukung pelacakan yang lebih canggih ini, tetapi menolak usul yang mewajibkan mereka melengkapi pesawat dengan peralatan yang kini ada itu dalam 12 bulan karena teknologi itu dianggap masih terus berkembang.
Uni Eropa juga akan mengumumkan peraturan baru terkait pelacakan pesawat ini.
MH370 hilang dari layar radar sesaat setelah lepas landas dari Kuala Lumpur ketika hendak terbang ke Beijing pada 8 Maret 2014.
Para penyelidik yakin pesawat itu terbang ribuan kilometer di luar jalur penerbangannya dan kemudian jath di lautan di lepas pantai Australia.
Satu laporan awal yang dikeluarkan Malaysia Mei lalu menggambarkan upaya besar untuk melacak pesawat itu, dimana pengawas lalu lintas udara Kuala Lumpur menghubungi mitranya di Singapura, Hong Kong dan Phnom Penh ketika disadari ada sesuatu yang salah.
Radar militer memperlihatkan MH370 berputar balik ke Semenanjung Malaysia setelah hilang kontak. Sejumlah suara “ping” yang samar sempat tertangkap oleh satu satelit komersial selama enam jam kemudian dan membantu para pakar memperkirakan jalur penerbangan pesawat itu.
Tetapi wilayah yang diidentifikasi sebagai lokasi kejatuhan MH370 sangat luas, sekitar 60 ribu kilometer persegi di sebelah barat Perth.
Empat kapal milik perusahaan Belanda Fugro, yang dilengkapi dengan kapal selam tanpa awal, telah menjelajahi sekitar 40 persen wilayah pencarian dan akan menyelesaikan tugasnya pada Mei. (yns)