Uji Coba Lacak Pesawat Dimulai Setahun Setelah MH370 Hilang

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 02/03/2015 12:29 WIB
Uji Coba Lacak Pesawat Dimulai Setahun Setelah MH370 Hilang Upaya pencarian MH370 dilakukan oleh kapal milik perusahaan Belanda bernama Fugro yang akan berakhir Mei. (Reuters TV)
Sydney, CNN Indonesia -- Australia, Indonesia dan Malaysia meluncurkan uji coba yang memungkinkan pengawas lalu lintas udara melacak secara seksama pesawat yang melintas perairan terpencil seperti wilayah yang diyakini menjadi lokasi kejatuhan penerbangan MH370.

Hingga kini belum ditemukan jejak pesawat Boeing 777, yang hilang setahun lalu ketika membawa 227 penumpang dan 12 awak kapal dan dianggap sebagai misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia.

Dalam sistem baru yang diujicoba ini, pesawat komersial penerbangan jarak jauh diwajibkan untuk melapor setiap 15 menit, bukan setiap 30-40 menit yagn kini berlaku.


Seluruh penerbangan jarak jauh di wilayah yang dicakup dalam uji coba, yang berkisar 11 persen dari permukaan dunia, akan ikut serta.

Belum ada rincian lebih jauh terkait penerbangan atau rute yang akan dicakup dalam uji coba ini.

Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss mengatakan dalam pernyataan tertulis kepada media yang dikeluarkan Minggu (1/3), bahwa sistem baru yang memanfaatkan teknologi yang sudah digunakan oleh sebagian besar pesawat jet jarak jauh ini bisa memperkecil cakupan wilayah pencarian jika terjadi tragedi di masa depan.

“Pendekatan baru ini dengan cepat memperbaiki upaya pengawasan penerbangan jarak jauh dan membuat masyarakat semakin lebih percaya kepada penerbangan, tanpa memerlukan investasi dalam penambahan teknologi oleh perusahan penerbangan,” kata Truss.

Perusahaan penerbangan secara umum mendukung pelacakan yang lebih canggih ini, tetapi menolak usul yang mewajibkan mereka melengkapi pesawat dengan peralatan yang kini ada itu dalam 12 bulan karena teknologi itu dianggap masih terus berkembang.

Uni Eropa juga akan mengumumkan peraturan baru terkait pelacakan pesawat ini.

MH370 hilang dari layar radar sesaat setelah lepas landas dari Kuala Lumpur ketika hendak terbang ke Beijing pada 8 Maret 2014.

Para penyelidik yakin pesawat itu terbang ribuan kilometer di luar jalur penerbangannya dan kemudian jath di lautan di lepas pantai Australia.

Satu laporan awal yang dikeluarkan Malaysia Mei lalu menggambarkan upaya besar untuk melacak pesawat itu, dimana pengawas lalu lintas udara Kuala Lumpur menghubungi mitranya di Singapura, Hong Kong dan Phnom Penh ketika disadari ada sesuatu yang salah.

Radar militer memperlihatkan MH370 berputar balik ke Semenanjung Malaysia setelah hilang kontak. Sejumlah suara “ping” yang samar sempat tertangkap oleh satu satelit komersial selama enam jam kemudian dan membantu para pakar memperkirakan jalur penerbangan pesawat itu.

Tetapi wilayah yang diidentifikasi sebagai lokasi kejatuhan MH370 sangat luas, sekitar 60 ribu kilometer persegi di sebelah barat Perth.

Empat kapal milik perusahaan Belanda Fugro, yang dilengkapi dengan kapal selam tanpa awal, telah menjelajahi sekitar 40 persen wilayah pencarian dan akan menyelesaikan tugasnya pada Mei. (yns)