Warga Malaysia yang Bergabung ISIS Semakin Banyak

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2015 13:45 WIB
Warga Malaysia yang Bergabung ISIS Semakin Banyak Terdapat 61 warga Malaysia yang terdeteksi berada di Suriah untuk bergabung dengan ISIS, 10 di antaranya adalah perempuan. (Ilustrasi/CNN Indonesia)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Jumlah keluarga dari Malaysia bergabung dengan kelompok militan, ISIS semakin meningkat. Saat ini, sedikitnya delapan keluarga asal Malaysia bergabung dengan ISIS di Suriah.

Asisten Direktur Kepala Divisi Penanggulangan Terorisme Malaysia, Cabang Khusus Bukit Aman, Datuk SAC Ayub Khan Mydin Pitchay menyatakan lima anak berusia antara satu hingga 12 tahun dibawa oleh orang tua mereka untuk ikut bergabung besama ISIS ke Suriah.

"Yang menjadi perhatian adalah ketika pengaruh ISIS menjadi virus yang mampu memengaruhi keluarga untuk bermigrasi. Sudah delapan keluarga yang ke Suriah," kata Ayub, dikutip dari Kantor Berita Malaysia, Bernama, Rabu (4/3).


"Pengaruh ideologis serta pelatihan yang diberikan kepada anggota ISIS dipandang terlalu kuat sampai-sampai ada anggota Malaysia yang telah mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan membunuh keluarga mereka jika mereka bergabung dengan pemerintah Malaysia dalam mencoba untuk menentang ISIS,' ujar Ayub.

"Peringatan tersebut tidak hanya diberikan kepada pemerintah tetapi anggota keluarga mereka juga. Salah satunya yang kini di Suriah, telah mengeluarkan peringatan kepada keluarga melalui Facebook bahwa ia akan membunuh ibunya, ayah dan saudara kandung yang bergabung dengan pemerintah dalam menentang ISIS," tutur Ayub.

Ayub menyatakan bahasa sejauh ini setidaknya 500 akun Facebook asal Malaysia diidentifikasi mempromosikan, merekrut dan mendorong warga Malaysia untuk berperang bersama ISIS di Suriah.

Menurut Ayub, tidak ada patokan untuk menunjukkan bahwa keterlibatan warga negara Malaysia dengan ISIS telah menurun meskipun banyak penangkapan dan operasi yang telah dilakukan pemerintah.

Dalam salah satu operasi yang diluncurkan pada Selasa (3/3), sebanyak 71 orang yang diduga terkait dengan ISIS ditangkap, jumlah yang terbanyak dalam semua operasi sejauh ini.

Ayub menilai sebagian besar warga Malaysia pergi ke Suriah menggunakan uang mereka sendiri dengan menjual properti pribadi mereka seperti rumah, mobil, sepeda motor dan sebagainya termasuk membuat pinjaman pribadi.

Meskipun demikian, ada beberapa warga yang berangkat ke Suriah dengan disponsori.

Saat ini, kata Ayub, terdapat 61 warga Malaysia yang terdeteksi berada di Suriah untuk bergabung dengan ISIS, 10 di antaranya adalah perempuan.

"61 orang, termasuk juga anak-anak berusia muda sekitar 14 tahun yang bergabung dengan anggota keluarga di sana... sedangkan jumlah kematian warga Malaysia di Suriah sejak tahun lalu mencapai tujuh orang," kata Ayub.

Ancaman yang paling menakutkan, lanjut Ayub, adalah ketika militan tersebut kembali ke Malaysia dan membentuk jaringan untuk menggulingkan pemerintah.

Pasalnya, ideologi yang dianut militan adalah pembentukan pemerintahan Islam melalui perang dan bukan sistem demokrasi melalui pemilihan umum seperti yang diterapkan Malaysia saat ini.

Ayub juga tidak menampik kemungkinan beberapa mahasiswa Malaysia di negara-negara yang terletak di dekat Suriah dan Irak bergabung dengan ISIS.

Diduga, beberapa dari mahasiswa tersebut menjalani pelatihan militer dari ISIS saat terutama liburan semester dan waktu senggang lainnya.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa pihak berwenang Malaysia telah mengidentifikasi dua warga Malaysia dalam sebuah video eksekusi pemenggalan kepala yang dirilis kelompok militan ISIS. Video tersebut diperkirakan direkam di Suriah. 

Kedua warga Malaysia tersebut adalah Mohd Faris Anuar, 20 tahun, dan Muhamad Wanndy Muhammad Jedi, 25 tahun. Keduanya teridentifikasi dalam video eksekusi pemenggalan kepala seorang pria Suriah dalam sebuah video yang diunggah ke Facebook pada 22 Februari.  (ama/stu)