Ke Jepang dan Tiongkok, Jokowi Bawa Misi Peralihan Ekonomi

Resty Armenia, CNN Indonesia | Minggu, 22/03/2015 15:27 WIB
Ke Jepang dan Tiongkok, Jokowi Bawa Misi Peralihan Ekonomi Presiden Jokowi memaparkan bahwa ekonomi Indonesia kini sudah dalam proses transisi yang fundamental, yaitu dari ekonomi yang terlalu andalkan ekspor komoditas mentah beralih ke perekonomian yang lebih menciptakan nilai tambah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang dan Tiongkok dari 22 Maret hingga 28 Maret mendatang membawa misi peralihan ekonomi Indonesia.

Sebelum bertolak dari Jakarta pada hari ini, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kunjungan ini berkaitan erat dengan sejumlah agenda ekonomi dan pembangunan Indonesia.

"Pada kesempatan ini, saya akan berikan keterangan singkat soal kunjungan kenegaraan, kunjungan resmi saya dgn beberapa menteri ke Jepang dan Tiongkok. Kunjungan ini untuk menindaklanjuti pembicaraan pada bulan November dengan PM Abe dan Presiden Xi Jinping saat saya hadir di Beijing," kata Jokowi.


Jokowi menyatakan bahwa dalam kunjungan ke dua negara ini pemerintah berkomitmen untuk menjalankan pembangunan ekonomi dan pemerintahan yang baik dan bersih. Kita ingin mempercepat pembangunan infrastruktur, revitalisasi manufaktur, peningkatkan investasi, dan mendorong industri maritim.

Jokowi memaparkan bahwa ekonomi Indonesia kini sudah dalam proses transisi yang fundamental, yaitu dari ekonomi yang terlalu andalkan ekspor komoditas mentah beralih ke perekonomian yang lebih menciptakan nilai tambah.

"Dari ekonomi yang berorientasi pada konsumsi, akan kita alihkan pada perekonomian yang lebih berorientasi pada produksi dan investasi," ucap Jokowi.

Jokowi menyebut bahwa lemahnya nilai rupiah adalah sinyal bahwa Indonesia harus melakukan perbaikan dan memodernisasi ekonomi. Meskipun demikian, Jokowi menilai bahwa depresiasi Rupiah melindungi daya saing Indonesia secara regional dan internasional.

"Depresiasi Rupiah menjadikan investasi di Indonesia sangat menarik dan kompetitif sebagai basis produksi," ujar Jokowi.

Hingga saat ini, Jepang dan Tiongkok adalah dua raksasa ekonomi di Asia. Jepang merupakan investor terbesar kedua di Indonesia, sementara Tiongkok memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan investasi skala besar di Indonesia.

Jokowi juga menyebutkan bahwa selama 10 tahun terakhir, banyak industri yang pindah dari Jepang, Korea dan Tiongkok ke Asia Tenggara, didorong oleh demografi dan relitas bisnis.

"Dan tren ini ke depan akan terus meningkat dan bahkan akan lebih besar. Indonesia harus bekerja keras agar semakin banyak industri yang pindah ke Indonesia," kata Jokowi.

Tidak hanya soal penanaman modal di dalam negeri, Jokowi juga mencermati bahwa investasi asing juga akan membawa sistem teknologi dan jaringan internasional ke Indonesia.

Untuk mencapai tujuan ini, Jokowi menguraikan bahwa pemerintah sudah mengambil beberapa langkah, mulai dari memperbaiki infrastruktur, baik listrik, jalan tol, pelabuhan, dan juga membangun one-stop service nasional di BKPM. Jokowi juga berjanji memperbaiki ruang fiskal dan terus menekan inflasi.

"Oleh sebab itu, kunjungan saya ke Jepang dan Tiongkok diharapkan bisa memberikan penjelasan konkret, lebih gamblang, dan kita harapkan investasi baik dari dalam negeri maupun dari luar akan meningkat lagi. Dan kita berharap kunjungan ini bermanfaat bagi bangsa, negara, dan rakyat kita," ujar Jokowi. (ama/ama)