Malaysia Gagalkan Serangan ISIS di Dua Kedubes

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Senin, 30/03/2015 14:30 WIB
Malaysia Gagalkan Serangan ISIS di Dua Kedubes Malaysia tidak menutup kemungkinan militan ISIS memiliki basis di Malaysia. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Federal Malaysia membekuk dua orang warga negara Irak yang diduga akan melakukan serangan di Kedutaan Besar Qatar dan Arab Saudi di negara tersebut pada Kamis (19/3).

Seperti dilansir The Malay Mail Online, Minggu (29/3), Kepala Dewan Penasihat Syariah (SAC), Datuk Ayub Khan, memastikan bahwa unit Kontra Terorisme Malaysia berhasil menangkap kedua orang tersebut sebelum mereka mengeksekusi aksinya.

"Ini adalah kesuksesan besar bagi kami, Investigasi kami sekarang berfokus pada pencarian militan lain di negara yang berhubungan dengan kedua tersangka yang telah kami tahan," ujar Ayub.


Menurut penuturan Ayub, proses investigasi bermula ketika ada laporan dari kedua kedubes tersebut bahwa mereka menerima ancaman. Dalam ancaman tersebut, kelompok militan itu mengatakan bahwa mereka memiliki pasokan senjata banyak di Malaysia dan siap melancarkan serangan di kantor kedua kedubes pada 31 Maret.

"Kami mulai menelusuri militan-militan tersebut sejak 10 Maret dan kami secara konstan bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Saat polisi menelusuri jejak mereka, kami menemukan bahwa mereka sempat tinggal di beberapa tempat di Selangor dan Johor," papar Ayub.

Setelah menghimpun informasi, diketahui bahwa salah satu tersangka masuk ke Malaysia secara legal pada Februari sementara rekannya sudah menetap di negeri Jiran tersebut hampir satu tahun.

"Investigasi awal terhadap para militan menunjukkan bahwa mereka dikirim ke negara ini oleh militan ISIS untuk melancarkan serangan," tutur Ayub.

Ayub tak menutup kemungkinan bahwa militan ISIS lain mempunyai basis di Malaysia. "Ada kemungkinan itu dan kami memastikan bahwa kami akan menangkap mereka semua," ucapnya. (den)