"Saya hanya kebetulan berpikir bahwa itulah manuver militer signifikan yang berikutnya,” kata seorang pejabat senior militer Amerika Serikat, pada Kamis (2/4).
November lalu, pasukan keamanan Irak yang didukung oleh milisi Syiah berhasil mematahkan pengepungan kilang Baiji selama sebulan penuh, yang telah membuat kilang itu berhenti beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Irak mengklaim kemenangan atas ISIS di Tikrit pada Rabu lalu setelah pertempuran selama sebulan, dengan dukungan dari milisi Syiah dan serangan udara dari koalisi pimpinan AS.
ISIS merebut Tikrit, sekitar 140 km di utara Baghdad, Juni lalu saat mereka menyapu sebagian besar wilayah Sunni Muslim Irak.
Pejabat AS juga mengakui "bahwa ada kantong (pejuang Negara Islam di Tikrit) yang masih harus direbut dan mereka bekerja dengan cara mereka di kantong-kantong itu.”
Merebut kembali Tikrit bisa memberikan Baghdad momentum untuk tahap penting selanjutnya: merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di Irak.
Namun, pejabat AS meragukan bahwa pertempuran untuk Mosul bisa terjadi sebelum musim gugur, mengingat awal pertengahan Juni adalah Ramadhan dan musim panas yang ekstrim.
"Mengingat pola kecepatan mereka sekarang, dan faktor-faktor lingkungan Ramadhan dan musim panas, saya pikir pertempuan mungkin akan menjadi sedikit lebih lama dari yang kita duga," kata pejabat itu. (stu)