Seperti dilansir The Guardian, Senin (6/4), penemuan unik pertama ditemukan saat tim sukarelawan menyisir Sungai Salmon Lane di Tower Hamlest, di timur London. Mereka menemukan sebuah granat PD II dengan pin pengaman yang masih melekat. Hal ini sontak membuat polisi bersenjata sibuk melakukan pengamanan agar granat tidak meledak.
Bergerak ke kanal utara, tim dikejutkan dengan penemuan sebuah mobil Mercedes Benz A Class keluaran tahun 2013. Tak hanya itu, enam mobil lain juga ditemukan di sungai sepanjang 3.218 kilometer tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sungai di Inggris juga ternyata bisa menjadi kuburan mengerikan. Seekor ular piton sepanjang 4,8 meter ditemukan terkubur di salah satu sungai di Liverpool. Berbagai biota air yang masih hidup juga ditemukan.
"Saat kami mengeringkan kanal Regent, beberapa temuan ikan sangat tidak dapat dipercaya, seperti ikan pike, ikan mas berumur 35 tahun. Mereka semua sangat besar," ujar Manajer Komunikasi Canal & River Trust, Jonathan Ludford.
Menurut Ludford penemuan ini dapat mengembangkan senyum sekaligus membuat muka tertekuk. Pasalnya, sampah-sampah tersebut juga dapat membahayakan kehidupan laut, termasuk ikan-ikan yang mereka temukan.
"Ini merupakan bukti adanya kehidupan liar, tapi kami harus melindunginya," katanya.
Sampah-sampah ini, menurut Ludford, tak hanya buruk bagi penghuni alam air, tapi juga para pengendara kapal yang melintasi sungai.
"Jika kawat atau plastik tersangkut di mesin kapal, Anda akan mengetahuinya dengan segera," ucap Ludford.
Setelah pembersihan dilakukan, banyak pertanyaan dari mana biaya proses ini didapatkan. Menurut Kepala Penggalangan Dana Canal & River Trust, Ruth Ruderham, sejak yayasan ini berdiri, ia telah berhasil menghimpun dana sebesar 200 ribu Pound Sterling atau setara Rp3,8 miliar dari penyumbang, baik individu maupun perusahaan.
Namun, proses ini memakan biaya sangat besar. Canal & River Trust mengandalkan bantuan dari badan-badan lokal dan kerja sama bisnis dengan agen pariwisata dan kelompok sipil lain.
"Kami hadir secara cuma-cuma untuk semua orang, terbuka 24 jam sehari, setiap hari. Dalil yang kami miliki adalah kekayaan alam nasional yang kami cintai ini dapat tersedia bagi semua orang. Orang akan lebih berpikir filantropis, saya pikir, ketimbang memikirkan kepentingan sendiri," tutur Ruderham. (den)