Buku berjudul “Hijrah to Islamic State” (Pindah ke Negara Islam) ini secara detail memberikan arahan bagi siapapun yang ingin pergi ke Irak dan Suriah: dari apa yang harus dibawa, siapa yang harus dikontak, lewat mana mereka pergi, apa yang harus dilakukan jika dihentikan oleh otoritas Turki, hingga pakaian apa yang semestinya mereka pakai.
Namun yang mengejutkan, buku ini juga mengungkapkan bahwa delapan warga Indonesia sudah bersama ISIS di Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Abu Qa’qaa ditanya, ‘Bagaimana dengan jihadi internasional? Apakah mereka disambut oleh warga lokal?’ dan ia menjawab: Ya. Itu betul. Sekelompok orang yang terdiri dari delapan warga Indonesia datang sekitar dua minggu lalu. Mereka (warga lokal) menyukai kami. Terutama orang Arab!” kata jihadi itu.
Menargetkan banyak warga asing, ISIS memang melebarkan sayap mereka tak hanya ke negara-negara Barat, tapi juga ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Meski ini adalah pernyataan resmi pertama dari kelompok militan itu soal warga Indonesia yang bergabung dengan mereka, namun menurut data dari Badan Interlijen Negara (BIN), ada lebih dari 500 WNI sudah bergabung dengan ISIS.
(stu)