Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/4), dalam pembicaraan tersebut disepakati bahwa solusi politik merupakan elemen penting untuk menjaga stabilitas negara Yaman. Dalam keterangan resmi Gedung Putih, Obama juga menyampaikan komitmen AS untuk menjamin keamanan Arab Saudi selama konflik berkecamuk di Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keadaan di Yaman memanas sejak September lalu Houthi berhasil mengambil alih pemerintahan dan akhirnya mengudeta Istana Kepresidenan di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Januari.
Presiden Hadi dipaksa mundur dari jabatannya dan dijadikan tahanan rumah. Namun Hadi berhasil melarikan diri dan mendeklarasikan bahwa pemerintahannya masih berjalan. Ia kabur ke Aden.
Houthi berhasil meringsek masuk dan menguasai Aden yang berbatasan dengan Arab Saudi. Di tengah kisruh tersebut, Arab Saudi menginisiasi koalisi serangan udara menggempur Houthi untuk membela pemerintahan resmi. Amerika Serikat pun mendukung koalisi tersebut dengan pasokan senjata.
Untuk mencegah penyebaran konflik lebih luas, Dewan Keamanan PBB akhirnya menetapkan embargo senjata terhadap Houthi pada Selasa (14/4). (agk)