JK di KAA: Saatnya Indonesia Bantu Negara Lain

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 21:10 WIB
Menurut Jusuf Kalla, Indonesia menawarkan sejumlah agenda bantuan percepatan ekonomi bagi negara-negara berkembang di Afrika, seperti Gambia dan Liberia. Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (kiri) bersama Wakil Presiden Liberia Joseph Boakai (kanan) memberikan keterangan pada wartawan seusai melakukan pertemuan bilateral antar kedua negara, disela-sela Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa, 21 April 2015. (CNN indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang digelar pertama kali tahun 1955 bertujuan untuk menentang kolonialisme di negara-negara Selatan yang saat itu baru meraih kemerdekaan. Kini 60 tahun berselang, bukan hanya kemerdekaan yang menjadi agenda utama KAA, namun juga soal percepatan pertumbuhan ekonomi negara-negara Selatan.

Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengungkapkan, pada peringatan 60 tahun KAA Indonesia bukan negara yang hanya mengharapkan bantuan dari negara lain, melainkan juga memberikan bantuan kepada negara berkembang lainnya.

"Ini gunanya (Konferensi) Asia-Afrika ini. Tantangannya baru, bukan hanya tantangan mendorong kemerdekaan mereka, tapi juga membantu kemajuan ekonomi mereka. Indonesia tidak boleh hanya mengharapkan bantuan, ini saatnya Indonesia membantu," kata JK.


JK menuturkan, Indonesia menawarkan sejumlah agenda bantuan percepatan ekonomi bagi negara-negara berkembang di Afrika, seperti Gambia dan Liberia. Usai pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Liberia, Joseph Boakai, JK mengungkapkan Indonesia menawarkan bantuan pelatihan tenaga kerja di bidang perkayuan bagi pemuda Liberia.

"Indonesia dan Liberia memiliki hubungan bilateral yang baik. Kami membicarakan soal percepatan ekonomi sesama negara berkembang. Indonesia menawarkan bantuan kapasitas pembangunan melalui pelatihan pemuda Liberia," ujar JK didampingi oleh Boakai di depan Ruang Kakatua, Gedung Jakarta Convention Center, Selasa (21/4).

JK juga mengungkapkan bahwa Liberia merupakan salah satu negara pertama yang hadir dalam Konferensi Asia-Afrika yang digelar pada 1955 lalu. JK memaparkan hubungan Indonesia dengan Liberia sangat baik, terlebih Indonesia mempunyai beberapa hektar lahan sawit di Liberia.

Begitu juga dengan Gambia, JK mengungkapkan Indonesia menawarkan pelatihan pertanian. Sejak 10 tahun lalu, Indonesia mendirikan pusat pelatihan pertanian untuk Gambia. Kini, pusat pelatihan tersebut masih berdiri tegak, dan banyak warga Gambia yang sudah menjadi pengajarnya.

"Selain itu, ada 500 orang indonesia, khusus bekerja di pertambangan. Kami dukung ini, karena mereka mengharapkan kita membantu lebih banyak lagi. Mereka ingin belajar dari Indonesia, kalau perlu kami kasih beasiswa," kata JK seusai bertemu dengan rombongan delegasi Gambia.

"Mereka semua bertanya kapan Indonesia datang ke Liberia dan ke Gambia? Negeri kita sudah seharusnya membantu negara-negara yang lebih kecil dan situasi ekonomi yang lebih tidak menguntungkan dari kita," kata JK melanjutkan.

Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. Pertemuan ini diadakan dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, dan negara imperialis lainnya.

Rangkaian acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika ini dihelat pada 19-24 April. Pertemuan tingkat pejabat tinggi sendiri diselenggarakan di Jakarta pada 19-23 April. Pada 24 April seluruh perwakilan negara akan bertolak ke Bandung untuk melakukan prosesi napak tilas KAA. (rdk)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK