Seperti dilansir Reuters, Minggu (26/4), para pendukung Saleh mendukung kelompok pemberontak Syiah Houthi yang mulai mengudeta pemerintahan Yaman sejak September lalu. Melalui telepon tersebut, Saleh ingin melakukan dialog politik guna menghentikan konflik dalam Yaman yang kian meluas tersebut.
"Telepon ini tidak dapat diterima setelah semua kerusakan yang disebabkan oleh Ali Abdullah Saleh. Tidak ada tempat bagi Saleh untuk pembicaraan politik," ujar Yaseen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah kisruh tersebut, Arab Saudi menginisiasi koalisi serangan udara menggempur Houthi untuk membela pemerintahan resmi. Amerika Serikat pun mendukung koalisi tersebut dengan pasokan senjata.
Meskipun Arab Saudi menyatakan minggu lalu bahwa operasi akan dihentikan, dan akan mengutamakan proses politik demi stabilitas Yaman, tapi setelah itu serangan udara Saudi masih terus menggempur banyak wilayah Yaman. Yaseen memastikan bahwa operasi serangan Arab Saudi belum dihentikan.
"Operation Decisive Storm belum berakhir. Tidak akan ada perundingan dengan Houthi atau apapun sampai mereka pergi dari wilayah-wilayah yang mereka rebut," kata Yaseen.
Kendati demikian, Yaseen mengungkapkan bahwa Arab Saudi tidak perlu sampai mengirimkan pasukan darat karena 70 persen wilayah Yaman masih dikuasai oleh pemerintah sah. (stu/stu)