Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah menghapus pajak barang dan jasa (GST) yang mulai berlaku pada tanggal 1 April sebesar 6 persen.
Kepala polisi kota Tajudin Md Isa mengungkapkan bahwa aksi protes semakin tidak terkendali, dengan sejumlah letusan petasan dan bom asap terdengar dari beberapa gedung bank terdekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan PM Najib memperkenalkan pajak konsumsi untuk membantu mengurangi defisit anggaran Malaysia akibat anjloknya harga ekspor minyak dan gas alam global.
Sebelumnya, mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad, yang mengundurkan diri pada 2003 setelah berkuasa selama 22 tahun, sempat menyinggung masalah ini dalam kritikannya terhadap pemerintahan Najib.
Dalam sebuah tulisan di blog resminya, Chedet.cc bulan lalu, Mahathir bahkan meminta Najib untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Mahathir menilai koalisi Barisan Nasional yang berkuasa kemungkinan besar akan kalah jika tetap dipimpin oleh Najib.
Mahathir juga mempertanyakan soal investasi perusahaan milik negara yang diluncurkan oleh Najib yang berujung pada utang sebesar US$11 miliar. Tak berhenti sampai di situ, Mahathir juga menyinggung berbagai laporan dugaan penipuan mencapai lebih dari ratusan juta dolar. (ama/ama)