Menurut Reuters, insiden yang terjadi Rabu (13/5) ini diduga terjadi saat percikan api dari mesin las mengenai bahan kimia mudah terbakar di pintu masuk pabrik. Ledakan keras lalu terjadi, disusul oleh kobaran api dan kepulan asap tebal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban sulit diidentifikasi karena hangus terbakar. Seorang ayah, Dionesio Candido, mengatakan bahwa putrinya yang berusia 19 tahun adalah buruh di pabrik itu.
Dia datang untuk mengidentifikasi jenazah putrinya. Namun dia melihat jasad korban sudah berupa tulang belulang atau menghitam. Beberapa di antara korban terlihat tewas berpelukan.
"Saat saya melihat mereka, saya kira orang tua atau kerabat akan sulit mengidentifikasi korban," kata Candido.
Insiden ini mencoreng pemerintahan Presiden Benigno Aquino yang sebelumnya membanggakan diri karena telah meningkatkan kondisi kerja yang sesuai dengan standar buruh internasional.
Polisi saat ini tengah mencari siapa orang yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. "Jelas akan ada gugatan, karena ada korban tewas," kata Direktur Kepolisian Nasional Filipina Leonardo Espina. (den)