Pernyataan itu disampaikan setelah kepala militer Myanmar mengatakan bahwa banyak imigran yang mendarat di Indonesia dan Malaysia yang berpura-pura menjadi Muslim Rohinbgya agar menerima bantuan PBB padahal sebenarnya merupakan warga Bangladesh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Amerika Serikat mengecam Myanmar yang dianggap tidak mampu mencari penyebab krisis pengungsi, yang menurut para peneliti, berasal dari penolakan Myanmar untuk mengakui Rohingya, kelompok etnis minoritas yang tinggal di Myanmar barat, sebagai warga negara.
Sekitar 1.1 juta warga Rohingya di Myanmar tidak mempunyai kewarganegaraan dan hidup dalam kondisi terdiskriminasi. Hampir 140 ribu orang mengungsi dalam bentrokan mematikan dengan umat Buddha di negara bagian barat Rakhine pada 2012.
Ye Htut mengatakan kapal yang ditemukan pada Kamis berasal Ranong di Thailand selatan.
Thailand merupakan lokasi transit para pengungsi sebelum mencapai Malaysia untuk bekerja. (stu)