Diberitakan New York Times, Menteri Pendidikan Korsel Hwang Yoo-Wea memutuskan untuk meliburkan 540 sekolah mulai Rabu (3/6) hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini mencerminkan kepanikan yang mulai muncul di kalangan masyarakat Korsel akan penyebaran virus mematikan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan cairan pembersih tangan meningkat di Korsel, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan sebagai salah satu tindakan pencegahan menangkal virus. Kementerian Pertahanan Korsel telah memerintahkan warga untuk menangguhkan wajib militer jika ada gejala-gejala MERS.
Pemeriksaan penumpang pesawat di bandara Korsel tetap dilakukan kendati tidak ada anjuran dari WHO. (Reuters/Kim Hong-Ji) |
"Ketakutan berakar dari rasa tidak percaya pada pemerintah dan apa yang mereka sampaikan," kata Yu Min-yeong, kepala Acase, perusahaan manajemen krisis di Seoul.
WHO melaporkan, kasus MERS atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah pertama kali muncul di Korsel pada 20 Mei lalu. Penular pertama adalah seorang pria berusia 68 tahun yang baru saja datang dari negara Timur Tengah sebelum kembali ke Korsel pada 4 Mei.
Dia baru diuji MERS sepekan kemudian setelah sebelumnya tim medis di Korsel salah diagnosa. Penularan terjadi melalui orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien pertama ini.
Putra pasien pertama ini yang juga mengidap MERS dilaporkan melanggar perintah karantina dan pergi ke Hong Kong dan China daratan. Saat ini dia berada di rumah sakit di China. (den)
Pemeriksaan penumpang pesawat di bandara Korsel tetap dilakukan kendati tidak ada anjuran dari WHO. (Reuters/Kim Hong-Ji)