Diberitakan ABC, Minggu (21/6), Dhananjay Kulkarni, wakil komisaris polisi Mumbai mengatakan bahwa korban tewas akibat minuman keras tradisional oplosan itu bisa mencapai angka tiga digit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kulkarni mengatakan, lima orang telah ditahan atas penyaluran dan penjualan alkohol tersebut di wilayah kumuh Malad West, sebelah utara Mumbai. Delapan polisi juga dipecat karena dianggap lalai memantau penyebaran miras tersebut di wilayah mereka.
Penyelidikan menunjukkan bahwa terdapat kandungan tinggi methanol di minuman keras tradisional bernama "miras desa" itu.
Methanol adalah cairan alkohol yang biasa digunakan untuk mencegah pembekuan atau sebagai bahan bakar. Bahan yang berbahaya jika dikonsumsi ini biasa ditambahkan di miras untuk meningkatkan kadar alkohol dengan cara murah dan cepat.
Miras jenis ini dijual murah di seluruh India dengan harga kurang dari US$1 per 250 mililiter.
Kasus kematian akibat meminum cairan ini kerap terjadi. Namun kasus yang terjadi di wilayah perkotaan seperti Mumbai tercatat sangat jarang.
Kasus serupa yang terparah di Mumbai terakhir terjadi pada 2004 saat sekitar 100 orang meninggal karena menenggak miras oplosan.
Januari lalu, lebih dari 31 orang tewas di Lucknow, wilayah utara Uttar Pradesh, setelah meminum miras buatan rumahan. Sebanyak 12 orang ditahan polisi.
Pada 2011, hampir 170 orang meninggal dunia di timur negara bagian West Bengal setelah mencicipi miras ini. (den)