Diberitakan Al-Arabiya, Senin (10/8), semua korban meninggal pada Minggu lalu saat temperatur mencapai 47 derajat Celcius. Kondisi ini diperparah dengan tingkat kelembaban yang meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada peningkatan temperatur yang tinggi dibanding dengan tahun sebelumnya. Tapi masalah yang terbesar adalah kelembaban. Terpapar matahari dalam waktu lama adalah pembunuhnya," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Hossam Abdel Ghaffar.
Pejabat Badan Meteorologi Mesir Waheed Soudi mengatakan bahwa suhu di ibukota dan beberapa wilayah di negara itu lebih tinggi dari rata-rata,
"Temperatur lebih tinggi lima hingga empat derajat dari biasanya dan kelembaban sangat tinggi bulan ini," kata Soudi.
Dia melanjutkan, suhu puncak di bawah naungan bayangan mencapai 38 derajat Celcius pada Minggu lalu. "Ini artinya suhu mencapai 47 derajat di bawah matahari atau di tempat berventilasi buruk," ujar dia,
Walau suhu di Mesir biasa mencapai lebih dari 30 derajat, namun sangat jarang tingkat kelembaban juga meningkat di tengah cuaca panas. (den)