Bendera Amerika Akhirnya Berkibar di Havana

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2015 00:27 WIB
Bendera Amerika Akhirnya Berkibar di Havana Bendera Amerika Serikat akhirnya dikibarkan di Havana, Kuba, setelah 54 tahun dalam pembukaan Kedutaan Besar menyusul membaiknya hubungan dua negara. (Reuters/Pablo Martinez Monsivais/Pool)
Havana, CNN Indonesia -- Bendera Amerika Serikat akhirnya dikibarkan di Havana, Kuba, dalam pembukaan Kedutaan Besar menyusul membaiknya hubungan dua negara, Jumat (14/8). Sebelumnya selama 54 tahun Kuba dan AS terlibat permusuhan yang ditandai oleh embargo dan sanksi ekonomi.

Diberitakan Reuters, pengibaran bendera di Kedutaan besar AS di Havana dilakukan oleh tiga pensiunan anggota marinir Amerika yang pada tahun 1961 menurunkan bendera tersebut menyusul keretakan hubungan dua negara. Acara itu disaksikan oleh tamu undangan dan para warga di kota itu.]]

John Kerry yang menjadi menteri luar negeri AS pertama yang menyambangi Kuba dalam 70 tahun terakhir dalam pidatonya mengatakan bahwa permusuhan yang dialami kedua negara bukanlah hal yang benar dan harus diluruskan menuju hubungan yang lebih baik.


Acara simbolis kali ini adalah buah dari kesepakatan akur Havana dan Washington delapan bulan lalu. Kedua negara sepakat menormalisasi hubungan dan memulihkan misi diplomatis, yaitu dibukanya kembali perwakilan di masing-masing negara.

Sebelumnya Kuba telah lebih dulu membuka Kedubes di Washington pada 20 Juli lalu.

Kendati hubungan membaik, namun Kerry menegaskan sikap AS yang menentang riwayat pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Kuba. "Kami tetap yakin bahwa rakyat Kuba akan lebih baik jika menggunakansistem demokrasi, di mana rakyatnya bebas memilih pemimpin mereka," kata Kerry.

Malam sebelumnya, papan nama bertuliskan "Embassy of the United States of America" dipasang di pintu masuk gedung tujuh lantai tersebut.

Terlihat tiga mobil antik buatan Amerika diparkir sebagai latar mimbar tempat Kerry berpidato: Chevrolet Bel Air tahun 1955 dan 1967, dan Chevrolet Impala tahun 1959, tahun pecahnya revolusi Kuba yang menghasilkan kepemimpinan Fidel Castro.

Fidel Castro menyerahkan kekuasaan pada adiknya, Raul Castro, tahun 2008 setelah kesehatannya memburuk.

Masih ada beberapa hambatan yang mewarnai normalisasi hubungan dua negara bertetangga itu. Kuba ingin agar AS menghentikan embargo ekonomi, mengembalikan Guantanamo dan menghentikan sinyal radio dan televisi ke arah Kuba.

Sementara Amerika terus menekan Kuba untuk memperbaiki kualitas HAM, mendeportasi para pelarian politik yang mendapat suaka di Kuba, dan mengembalikan properti warga AS yang dinasionalisasi pada pemerintahan Castro.