Menteri Pertahanan Nasional Suriah, Ali Haidar, mengatakan kepada Sputnik pada Kamis (27/8) bahwa para pengungsi itu sudah kembali ke rumah masing-masing yang telah dibangun kembali oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembalinya warga ke al-Husseiniya sempat terhambat karena pemerintah mengambil alih wilayah tersebut. Namun, tidak dijelaskan kemana 15 warga al-Husseiniya yang berjumlah pindah saat terusir dari rumah mereka, apakah ke daerah lain di Suriah atau ke negara-negara tetangga. Beberapa bulan lalu, ribuan warga Suriah dilaporkan kembali ke rumah mereka setelah pasukan Kurdi dibantu oleh serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat membuat kemajuan di daerah Kobani dan daerah lain, yang dekat perbatasan Suriah-Turki.
Perang sipil di Suriah meletus pada Maret 2011. Saat itu, terjadi gejolak politik di Timur Tengah, dikenal sebagai Arab Spring. Warga kemudian menuntut Bashar al-Assad turun dari kursi kepemimpinan karena dianggap diktator.
Sejauh ini, perang sipil di sana telah menewaskan 240 ribu orang serta menelantarkan lebih 10 juta warga Suriah. (stu)