Ahli di Perancis Belum Yakin Puing di Reunion adalah MH370

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Minggu, 30/08/2015 15:28 WIB
Ahli di Perancis Belum Yakin Puing di Reunion adalah MH370 Kendati pemerintah Malaysia telah mengatakan puing itu MH370, namun para ahli masih belum berani memutuskan sebelum ada hasil yang benar-benar jelas. (Reuters/Zinfos974/Prisca Bigot)
Toulouse, CNN Indonesia -- Para ahli di Perancis yang meneliti puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion bulan lalu mengaku belum yakin benda tersebut adalah pecahan MH370. Padahal, sebelumnya pemerintah Malaysia telah mengonfirmasi puing itu berasal dari pesawat Malaysia Airlines yang naas.

Sumber peneliti Perancis pada CNN, Sabtu (29/8), mengatakan bahwa mereka memang yakin bahwa puing itu adalah bagian flaperon dari Boeing 777. Namun belum diketahui secara pasti apakah itu milik MH370 yang jatuh 8 Maret lalu atau bukan.

Ahli yang tidak ingin disebut namanya ini mengatakan, mereka masih harus meneliti nomor dalam flaperon untuk menentukan hal tersebut.


"Para ahli masih belum menentukan penyebab kecelakaan MH370. Flaperon saja tidak cukup. Perlu lebih dari itu. Penyelidik telah membantu pencarian di Pulau Reunion tapi kami tidak menemukan puing lagi sehingga pencarian dihentikan," kata dia.

"Ada indikasi kuat bahwa flaperon ini milik MH370, tapi kami masih tidak yakin. Kami masih belum menemukan identifikasi dari daftar suku cara untuk mengonfirmasi ini berasal dari MH370," lanjut dia.

Sebelumnya penyelidikan tahap awal di laboratorium Toulouse, Perancis, dilaporkan rampung pertengahan Agustus lalu. Kendati belum ada hasil akhir, namun Perdana Menteri Najib Razak telah mengatakan awal bulan ini bahwa puing itu milik MH370.

Sumber peneliti lainnya mengatakan mereka harus melakukan kroscek dengan perusahaan pembuat suku cadang tersebut untuk memastikan asal puing itu.

"Kami masih harus mengidentifikasi nomor yang berada di dalam flaperon. Bagian itu diproduksi oleh perusahaan subkontrak di Spanyol. Perusahaan ini akan bisa melakukannya, tapi stafnya sedang cuti. Kami harus menunggu sampai minggu depan," ujar dia.

Pesawat MH370 hilang dari radar pada 8 Maret 2014, dengan membawa 239 penumpang dan awak kapal dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Pesawat ini sebelumnya diyakini jatuh di Samudera Hindia, sebelah barat Australia, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal alasan dan bagaimana pesawat itu jatuh, menjadikannya sebagai salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan. (den)