Laporan dari Malaysia

Investigasi Aktivis Bersih 4: Upaya Intimidasi Buat Rakyat

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 08:32 WIB
Aktivis Bersih 4 menilai investigasi terhadap penyelenggara Gerakan Bersih 4 merupakan bentuk intimidasi bagi rakyat pengikut unjuk rasa akhir pekan lalu. Proses investigasi terhadap aktivis Bersih 4 yang akan dijalankan Kepolisian Malaysia rencananya berdasar kepada aturan soal unjuk rasa yang dianggap ilegal oleh pemerintah. (Reuters/Olivia Harris)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Adam Adli, satu dari tujuh aktivis yang rencananya hari ini bakal diperiksa oleh Kepolisian Di Raja Malaysia, menilai upaya pemanggilan dan pemeriksaan terhadap para penyelenggara Gerakan Bersih 4 merupakan bentuk intimidasi bagi rakyat pengikut unjuk rasa, akhir pekan lalu.

"Pesan itu jelas tak tertuju pada kami para aktivis, melainkan untuk para rakyat awam yang kemarin dengan ikhlas turun ke jalan bersama puluhan ribu lainnya," kata Adam saat berbincang dengan CNN Indonesia, Rabu (2/9).

Namun, Adam optimis bahwa upaya intimidasi ini bakal gagal sebab rakyat Malaysia hari ini sudah memiliki rasa politiknya sendiri. "Saya yakin intimidasi ini gagal, sebab rakyat sudah tahu betul apa yang terjadi dan dirasakan mereka," katanya.


Lagi pula, tambahnya, "cara pemerintah juga terlalu biasa dengan memanggil dan menghukum para aktivis."

Aturan yang dipakai untuk menjerat para aktivis, menurut Adam, tidak selayaknya dikenakan untuk mengintimidasi rakyat Malaysia. Apa sebab? "Konsitusi sudah mengatur bagaimana perhimpunan itu dibuat dan dilancarkan, selain itu model-model intimidasi macam ini tak bakal melunturkan rakyat penyokong Bersih 4," katanya.

Sebanyak tujuh orang aktivis penyelenggara unjuk rasa Bersih 4, hari ini akan diperiksa Kepolisian Di Raja Malaysia. Mereka terancam melanggar tiga aturan sekaligus karena melakukan aktivitas yang dianggap mengancam kehidupan demokrasi berparlemen di negeri jiran.

Proses investigasi yang akan dijalankan Kepolisian Malaysia rencananya berdasar kepada aturan soal unjuk rasa yang dianggap ilegal oleh pemerintah. Aturan itu termaktub dalam pasal 120, 124C, dan 141 hukum pidana Malaysia.

Ketujuh aktivis yang dipanggil polisi adalah Maria Chin sebagai Kepala Gerakan Bersih saat ini, Sarajun Huda, Masjaliza Hamzah, Farhana Halim, Fadiah Nadwa, Mandeep Singh dan Adam Adli.

Seperti diketahui, dua hari terakhir pada pekan lalu, ratusan ribu warga Malaysia turun ke jalanan Kuala Lumpur. Mereka menentang pemerintahan yang sedang berlaku saat ini di bawah pimpinan Perdana Menteri Najib Razak.

Najib menghadapi menghadapi serangan sejak terjadinya kisruh 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad, lembaga investasi Malaysia, yang terlilit utang. Lantas harian Wall Street Journal melaporkan bahwa dana sebesar US$700 juta dari 1MDB mengalir ke rekening pribadinya pada 2013 selama masa kampanye pemilu di Malaysia.

Najib menyangkal tuduhan ini, dan penyelidikan kemudian menetapkan bahwa uang yang mengalir ke rekening Najib berasal dari para donor. (sip/ama)