Laporan dari Malaysia

Politisi Oposisi Malaysia Beri Dukungan untuk Aktivis Bersih

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 11:28 WIB
Politisi oposisi Tian Chua hadir di kepolisian Malaysia guna memberi dukungan bagi para aktivis Bersih yang kini diperiksa terkait demo pada akhir pekan lalu. Politisi oposisi Tian Chua hadir di kepolisian Malaysia pada Rabu (2/9) guna memberi dukungan bagi para aktivis Bersih yang diperiksa terkait demo pada akhir pekan lalu. (CNN Indonesia/Sandy Indra Pratama)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Seorang politisi oposisi dari Partai Keadilan Rakyat, Chua Tian Chang atau yang lebih dikenal dengan Tian Chua, hadir di Markas Besar Kepolisian Di Raja Malaysia guna memberi dukungan bagi para aktivis Bersih yang sedang diinvestigasi.

Menurut Tian kepada media, Rabu (2/9) jeratan yang dikenakan kepolisian tidak tepat dan menggelikan. Sebab perhimpunan Bersih yang diadakan dua hari selama akhir pekan lalu berlangsung damai tanpa kekerasan.

"Selain itu tak ada juga suatu aturan yang melanggar untuk berdemo," kata Tian.


Dia menilai apa yang dijeratkan oleh kepolisian bukan inisiatif dari pemangku keamanan. Namun, ada pesanan dari penguasa untuk menimbulkan intimidasi bagi para penyelenggara Bersih 4.

"Sekarang masa Najib seharusnya takut dengan rakyat," ujarnya.

Saat ini para aktivis yang diperiksa kepolisian sedang menjalani proses investigasi. Ketujuh aktivis itu didampingi sepuluh orang pengacara.

Para penyelenggara unjuk rasa Bersih terancam melanggar tiga aturan sekaligus karena melakukan aktivitas yang dianggap mengancam kehidupan demokrasi berparlemen di negeri jiran.

Proses investigasi yang akan dijalankan Kepolisian Malaysia rencananya berdasar kepada aturan soal unjuk rasa yang dianggap ilegal oleh pemerintah. Aturan itu termaktub dalam pasal 120, 124C, dan 141 hukum pidana Malaysia.

Ketujuh aktivis yang dipanggil polisi adalah Maria Chin sebagai Kepala Gerakan Bersih saat ini, Sarajun Huda, Masjaliza Hamzah, Farhana Halim, Fadiah Nadwa, Mandeep Singh dan Adam Adli.

Selama dua hari pada pekan lalu, ratusan ribu warga Malaysia turun ke jalanan Kuala Lumpur. Mereka menentang pemerintahan saat ini di bawah pimpinan Perdana Menteri Najib Razak.

Najib menghadapi menghadapi serangan sejak terjadinya kisruh 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad, lembaga investasi Malaysia, yang terlilit utang. Lantas harian Wall Street Journal melaporkan bahwa dana sebesar US$700 juta dari 1MDB mengalir ke rekening pribadinya pada 2013 selama masa kampanye pemilu di Malaysia.

Najib menyangkal tuduhan ini, dan penyelidikan kemudian menetapkan bahwa uang yang mengalir ke rekening Najib berasal dari para donor. (stu)