Laporan dari Malaysia

Para Aktivis Bersih Hanya Sejam Diinterogasi Polisi

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 12:51 WIB
Tujuh aktivis Bersih diperiksa Rabu (2/9), terkait penyelenggaraan unjuk rasa selama dua hari pada akhir pekan lalu di Kuala Lumpur. Setelah keluar, Ketua Bersih Maria Chin berterima kasih kepada para pendukung mereka yang hadir dalam kesempatan pemeriksaan mereka. (CNN Indonesia/Sandy Indra Pratama)
Kuala Lumpur, CNN Indonesia -- Tujuh aktivis Bersih 4 sudah keluar dari proses pemeriksaan Kepolisian Di Raja Malaysia. Kepada media yang menunggui mereka mengaku dicecar pertanyaan selama lebih dari satu jam di dalam kantor kepolisian.

“Satu orang ditanyai satu polisi,” kata Adam Adli kepada CNN Indonesia usai pemeriksaan, Rabu (2/9).

Pemeriksaan menurut Adam menyoal detil unjuk rasa Bersih yang mereka selenggarakan. Mulai dari seruan ajakan hingga pelaksanaan. “Tak ada pertanyaan yang substansial yang terlontar dari kepolisian, kebanyakan soal teknis,” katanya.


Sementara itu, Ketua Bersih Maria Chin berterima kasih kepada para pendukung mereka yang hadir dalam kesempatan pemeriksaan mereka. Menurut Maria, kepolisian tak menahan mereka hari ini. “Namun kami diminta untuk bersedia kapan saja untuk bisa dipanggil kembali,” katanya.

Maria mengaku pemeriksaan berlangsung kondusif. Pengacara yang mendampingi para aktivis cukup membuat mereka tenang dalam menjawab pertanyaan. “Tak perlu ada yang dikhawatirkan,” katanya.

Maria membenarkan ketujuh aktivis dijerat dengan tiga aturan soal pelaksanaan perhimpunan. Namun, ia menyatakan tak perlu khawatir soal apakah kepolisian bertindak intimidatif atau tidak.

Kepolisian Malaysia berpegang kepada aturan soal unjuk rasa yang dianggap ilegal oleh pemerintah. Aturan itu termaktub dalam pasal 120, 124C, dan 141 hukum pidana Malaysia.

Ketujuh aktivis yang dipanggil polisi adalah Maria Chin sebagai Kepala Gerakan Bersih saat ini, Sarajun Huda, Masjaliza Hamzah, Farhana Halim, Fadiah Nadwa, Mandeep Singh dan Adam Adli.

“Saya heran dengan penerapan hukum itu, padahal, apa yang rakyat lakukan bersama Bersih justru mengukuhkan adanya demokrasi dalam berparlemen, unjuk rasa adalah salah satunya,” kata Adam.

Menurut Adam soal apa yang dituduhkan kepolisian kepada para aktivis sebenarnya bertentangan dengan hak konstitusi warga Malaysia. Hak yang melindungi rakyat untuk bisa berhimpun dan menyatakan pendapat.

Selama dua hari pada akhir pekan lalu, ratusan ribu warga Malaysia turun ke jalanan Kuala Lumpur. Mereka menentang pemerintahan yang sedang berlaku saat ini di bawah pimpinan Perdana Menteri Najib Razak.

Najib menghadapi menghadapi serangan sejak terjadinya kisruh 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad, lembaga investasi Malaysia, yang terlilit utang. Lantas harian Wall Street Journal melaporkan bahwa dana sebesar US$700 juta dari 1MDB mengalir ke rekening pribadinya pada 2013 selama masa kampanye pemilu di Malaysia.

Najib menyangkal tuduhan ini, dan penyelidikan kemudian menetapkan bahwa uang yang mengalir ke rekening Najib berasal dari para donor. (stu)