Seperti dilansir AsiaOne, Bandar Udara Internasional Mattala Rajapaksa sering menjadi lokasi kecelakaan lantaran berada di rute migrasi burung. Tak ayal, berbagai maskapai pun menghindari bandara yang berlokasi di Hambantota, 250 kilometer dari Kolombo itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terminal kargo dibebaskan bagi Paddy Marketing Board untuk menyimpan panen padi dari daerah Hambantota," ujar seorang petugas bandara yang enggan diungkap identitasnya.
Menanggapi keputusan ini, seorang petugas kepolisian berkata, "Mereka seharusnya senang, setidaknya ada truk yang mendarat di sana sehingga membuat bandara beroperasi."
Sejak awal, pembangunan bandara senilai US$210 juta atau setara Rp2,9 triliun ini memang menuai kontroversi karena tak memerhatikan studi lingkungan.
Maskapai milik negara, Sri Lankan Airlines, sempat diinstruksikan oleh Rajapaksa untuk mendarat di bandara tersebut. Namun, pihak maskapai langsung menghentikan penerbangan melalui bandara itu sejak Rajapaksa lengser dari jabatannya pada Januari lalu. (stu/stu)