Musibah Haji

Para Korban Insiden Mina Dikirim ke Empat Rumah Sakit

Utami Widowati, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2015 18:54 WIB
Para Korban Insiden Mina Dikirim ke Empat Rumah Sakit Evakuasi jamaah haji di Mina, Kamis (24/9). (Twitter Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Evakuasi korban tragedi di Mina dekat Mekkah yang setidaknya menelan korban 453 tewas dan 719 orang terluka, masih terus dilakukan. Musibah itu terjadi ketika ratusan ribu jemaah mengambil bagian dalam ritual ‘melempar batu ke setan’ atau melempar jumrah. Ini adalah bagian utama dari ritual berhaji.

Koresponden Al Arabiya News Channel melaporkan dari ruang gawat darurat rumah sakit di Mina, bahwa musibah itu terjadi di pintu masuk jembatan Jamarat dekat Jalan 204 bukan di pilar-pilar lokasi pelemparan batu atau jumrah. (Baca juga: Jumlah Korban Tewas di Kecelakaan Haji Mina Mencapai 310)

“Para korban didistribusikan ke empat rumah sakit di dekat area Mina. Beberapa yang korban luka dievakuasi dengan helikopter ke sejumlah rumah sakit di Mekkah,” demikian dilaporkan alarabiya.net, Kamis (24/9).


Tim dari pertahanan sipil setempat mengatakan mereka sedang berusaha untuk mengarahkan para jemaah lain ke rute yang jauh dari lokasi kejadian lewat jalan alternatif agar tak terjadi penumpukkan. Sementara itu operasi penyelamatan masih terus dilakukan.

Sejumlah gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan para petugas sedang menangani para korban, sementara sejumlah rumah sakit tampak bersiap-siap menangani para korban yang ke rumah sakit itu.

Sementara itu seperti dilaporkan situs Radio Pakistan disebutkan bahwa musibah terjadi di Maktib nomer 93 di mana sebagian besar jamaah yang menginap adalah yang berasal dari Aljazair.

Sebagaimana dikutip dari The Guardian, rasa panik yang melanda sejumlah jamaah haji diduga menjadi pemicu timbulnya insiden tewasnya ratusan jamaah haji di Mina. (Baca juga: Pembimbing Haji: Insya Allah Tak Ada WNI Jadi Korban Mina)

Berdasarkan keterangan otoritas setempat seperti dikutip The Guardian, kepanikan tersebut muncul saat seorang jamaah haji terjatuh dari jembatan saat berdesakan di jembatan yang menghubungkan tenda jamaah dengan lokasi lempar jumrah.

Brigadir Mansour al-Turki dari Pasukan Keamanan Saudi Umum menduga kejadian itu menjadi pemicu kepanikan massa.

"Dimulai dari sebagian kecil massa jatuh, mereka mulai menginjak-injak, diikuti dengan rasa panik dan upaya untuk melarikan diri dari kerumunan, yang mengarah ke peningkatan jumlah korban," kata Mansour.

Lokasi tersebut merupakan area dua jalur menuju Mina di mana pilar batu tempat melempar jumrah terletak. (hel)