Musibah Haji

Sebagian Korban Tragedi Mina Berasal dari Afrika

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2015 17:54 WIB
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Indonesia masih melakukan pengecekan kemungkinan ada korban WNI. Sejumlah petugas sedang mengevakuasi korban musibah Mina. (dok. Saudi Civil Defence Directorate)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tragedi meninggalnya ratusan jemaah haji saat melewati jalan 204 di Mina, Arab Saudi, mengakibatkan kepanikan di lokasi. Hingga saat ini jumlah korban meninggal sudah mencapai lebih dari 310 orang.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Indonesia Lalu Iqbal Muhammad mengungkapkan bahwa saat ini tim Konsulat Jenderal RI Jeddah sudah berada di lokasi untuk mengidentifikasi apakah ada WNI yang menjadi korban atau tidak. Dia hanya bisa memastikan bahwa sebagian besar korban jiwa berasal dari kawasan Benua Afrika.

"Info sementara dari Wakil Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Sunarko, adalah sebagian besar korban adalah jemaah dari Mesir dan Afrika," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).


Sementara untuk WNI, Lalu mengungkapkan bahwa pengecekan telah dilakukan ke beberapa rumah sakit di Mina dan belum ada informasi adanya WNI yang menjadi korban.

"Saat ini telah dicek ke rumah sakit di Mina dan belum ditemukan WNI jadi korban," katanya.

Lalu pun menambahkan bahwa kejadian berawal saat ada sekelompok jemaah yang tiba-tiba berhenti di jalan 204 tersebut dan mengakibatkan adanya penumpukan yang akhirnya menyebabkan desak-desakan.

Sedikitnya 310 jemaah haji tewas dan 450 orang luka-luka karena desak-desakan kerumanan manusia di Mina, tempat di mana jamaah harus tinggal berlindung memakai tenda selama beberapa hari pada momen puncak haji.

Lokasi kecelakaan ini terjadi di Jalan 204 (Street 204), kota Mina, beberapa kilometer sebelah timur dari Mekkah.

Jalan 204 merupakan salah satu dari dua arteri utama untuk berjalan melakukan lempar jumrah. Lempar jumrah merupakan kegiatan melempar batu kerikil pada tiga pilar besar sebagai simbol menolak godaan iblis, menurut tradisi Muslim.

Kepanikan terjadi ketika beberapa jemaah jatuh di jembatan, sementara jemaah lain mencoba melarikan diri dan hal ini membuat kerumunan saling dorong.

Brigadir Mansour al-Turki dari Pasukan Keamanan Umum Saudi Arabia, mengatakan, kepanikan meluas setelah sebagian dari jamaah jatuh.

"Saling injak dimulai dari sejumlah kecil orang yang terjatuh, diikuti keadaan panik dan upaya untuk melarikan diri dari kerumunan, yang mengarah pada peningkatan jumlah korban," katanya. (aul/utw)