Musibah Haji

Pemerintah Hubungi Otoritas Saudi untuk Identifikasi WNI

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2015 20:43 WIB
Pemerintah Hubungi Otoritas Saudi untuk Identifikasi WNI Jumlah korban tewas akibat insiden di Mina terus bertambah. (Istimewa/Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rombongan Komisi Agama DPR yang saat ini berada di Mekkah masih belum mendapatkan kepastian informasi mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban dari insiden meninggalnya lebih dari 700 jemaah haji di Mekkah.

Ketua Komisi Agama DPR Saleh Daulay mengatakan hal tersebut dikarenakan semua korban biasanya langsung diurus oleh otoritas haji Saudi. Oleh karena itu, Saleh mengatakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sedang berusaha menghubungi otoritas Saudi untuk melakukan identifikasi.
"Kalau ada kejadian seperti ini, biasanya pemerintah Saudi terlebih dahulu melakukan proses identifikasi sendiri. Misi-misi haji dari berbagai negara tidak bisa langsung mengambil tindakan. Semua menunggu koordinasi otoritas haji Saudi," ucap Saleh, Kamis (24/9).
Ia menduga insiden ini terjadi karena jemaah haji berdesak-desakan untuk segera melakukan pelontaran jumrah Aqabah untuk menghindari panas matahari pada siang dan sore hari. Namun, dengan jumlah yang begitu banyak, kata Saleh, terjadi desakan antara satu dengan yang lain dan mengakibatkan para jemaah panik dan saling dorong.
Politikus Partai Amanat Nasional ini mengatakan pada saat wukuf (bermalam di Arafah) suhu berada diatas 50 derajat celcius. Sehingga ia mengaku memahami cuaca ekstrem seperti tersebut memang dihindari dan banyak jemaah yang berusaha melempar jumrah pada pagi hari.

Namun, ia menepis insiden tersebut terjadi karena kelebihan jemaah (over capacity). Saleh mengungkapkan tahun lalu jumlah jemaah sama dengan tahun ini. Hal serupa disampaikan anggota Komisi Agama DPR Maman Imanulhaq. Menurutnya, ini terjadi karena kelalaian dan minimnya petugas.
"Informasi kurang sehingga terjadi tubrukan antara jemaah yang usai melontar jumrah dengan yang baru mulai masuk lokasi," ujar Maman.


Oleh sebab itu, menurutnya sistem pengaturan atau manajemen alur pergerakan jemaah saat hendak ibadah lempar jumrah harus dievaluasi. Ia pun memberikan contoh dengan menerapkan jalur lambat, sedang dan cepat.

Sebelumnya, korban tewas dalam tragedi di Mina bertambah lagi. Berdasarkan twit yang dikirimkan oleh Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi, jumlah korban tewas menjadi 717 tewas. Sementara korban luka bertambah menjadi 805 orang.

Tragedi ini bermula dari rasa panik yang melanda sejumlah jemaah haji. Berdasarkan keterangan otoritas setempat seperti dikutip The Guardian, kepanikan tersebut muncul saat seorang jamaah haji terjatuh dari jembatan saat berdesakan di jembatan yang menghubungkan tenda jamaah dengan lokasi lempar jumrah.

Brigadir Mansour al-Turki dari Pasukan Keamanan Saudi Umum menduga kejadian itu menjadi pemicu kepanikan massa.


(utd/utd)