Musibah Haji

Iran Marah ke Saudi 43 Jemaahnya Tewas di Mina

Vetriciawizach Simbolon, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2015 20:14 WIB
Iran Marah ke Saudi 43 Jemaahnya Tewas di Mina Jumlah korban tewas tragedi Mina, Kamis (24/9), terus bertambah. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Iran menuntut penjelasan atas insiden yang menewaskan lebih dari 450 jemaah haji yang 43 di antaranya adalah warga negara Iran.

Musibah yang juga menyebabkan lebih dari 700 orang terluka ini terjadi di Jalan 204, salah satu jalan arteri yang menghubungkan tenda jemaah haji di Mina dan Jamarat, tempat jemaah akan melakukan lempar jumrah dengan cara melemparkan batu ke tiga pilar besar. (Baca juga: Update: Korban Tragedi Mina Jadi 717 Tewas 805 Luka)

Said Ohadi, kepala dari organisasi penyelenggara haji di Iran, menyatakan bahwa dua jalur dekat insiden itu sempat ditutup karena "alasan yang tidak diketahui".


"Hal ini yang menyebabkan tragedi tersebut," katanya melalui siaran televisi milik stasiun milik pemerintah Iran, seperti dikutip dari The Guardian.

Ohadi menegaskan bahwa penutupan jalur menyebabkan hanya ada tiga rute ke Jamarat. (Baca juga: Tragedi Mina 2015, Terburuk dalam 25 Tahun Terakhir)

"Insiden hari ini menunjukkan adanya ketidakmampuan untuk mengatur, dan juga kurang adanya perhatian serius terhadap keselamatan jemaah."

"Tidak ada penjelasan lainnya, dan petinggi Arab Saudi harus dimintai pertanggungjawaban."

Sementara itu, deputi Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, menyatakan bahwa mereka akan memanggil perwakilan pemerintah Arab Saudi untuk menjelaskan insiden tersebut.

"Kami tidak mungkin membiarkan tindakan tidak bertanggung jawab ini begitu saja. Hal ini akan ditangani melalui jalur diplomatik," kata Abdollahian melalui saluran televisi. (Baca juga: Tentang Jalan 204, Lokasi Musibah yang Tewaskan 310 Haji)

Abdollahian juga mengatakan bahwa pemerintah Iran telah mendirikan pusat penanganan di lokasi insiden untuk memberikan dukungan kepada jemaah Iran.

"Petinggi Arab Saudi bertanggung jawab terhadap insiden ini dan mereka sepatutnya segera mengambil tindakan untuk menangani kiris ini dan juga memberikan tingkat keamanan penuh kepada para jemaah."

(hel)