Musibah Haji

Cari Korban WNI, Pimpinan DPR Kunjungi RS di Mina

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2015 19:57 WIB
Cari Korban WNI, Pimpinan DPR Kunjungi RS di Mina Seorang korban dari tragedi Mina dibawa menuju ke rumah sakit terdekat. (Dok. AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengatakan sedang mencoba berkomunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, demi mencari tahu dan mengkonfirmasi jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi di Mina.

Rombongan DPR yang dipimpin Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon diundang Kerajaan Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji.
"Kami percayakan penanganan korban insiden Mina ke pemerintah Arab Saudi. Untuk jemaah haji asal Indonesia, kami percayakan petugas KJRI dan Duta Besar Indonesia serta Petugas Kementerian Agama," ucap Setya Novanto, Kamis (24/9).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama rombongan DPR sedang berada di dekat lokasi kecelakaan yang merenggut lebih dari 700 jiwa di Mina. Ia turut mengatakan rombongan DPR tidak dapat memasuki lokasi kecelakaan karena pihak otoritas setempat menutup akses ke sana.
Oleh karena itu, Politikus Partai Gerindra ini mengatakan rombongan DPR berencana untuk mengunjungi beberapa rumah sakit yang berada di Mina dan menjadi lokasi evakuasi para korban kecelakaan.


Rencana kunjungan ke beberapa rumah sakit pun dilakukan untuk mencari tahu kebenaran informasi yang mengatakan bahwa ada warga negara Indonesia yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
"Ini kami masih mencari tahu ya, itu perlu dikonfirmasi lagi. Kami sekarang menuju rumah sakit," kata Fadli.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan satu Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban dari tragedi yang menyebakan tewasnya ratusan jemaah haji di Mekkah.

Insiden tersebut terjadi karena jemaah berdesak-desakan saat hendak melakukan ibadah lempar jumrah.

"Dikonfirmasi satu WNI jadi korban. Sekarang berada di Rumah Sakit Mina," ujar Nasir kepada CNN Indonesia, Kamis (24/9).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan saat ini tim lapangan masih berupaya untuk mengonfirmasi identitas korban. Belum jelas, apakah korban itu meninggal atau luka-luka. (utd/utd)