Korban WNI di Mina Capai 95, Pemerintah Percepat Identifikasi

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Sabtu, 03/10/2015 17:48 WIB
Hingga Sabtu (3/10), PPIH berhasil mengidentifikasi 95 WNI yang menjadi korban tragedi Mina pekan lalu. Tragedi yang menewaskan setidaknya 769 orang ini terjadi ketika jemaah haji berdesakan menuju tempat melontar jumrah di Mina. (Reuters/Ahmad Masood)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berhasil mengidentifikasi empat jenazah warga negara Indonesia yang wafat dalam tragedi Mina pekan lalu. Hingga kini, jumlah korban WNI yang tewas mencapai 95 orang.

“Pada hari ini, bertambah sebanyak 4 jenazah jemaah Indonesia yang telah teridentifikasi sehingga totalnya menjadi 95 jenazah,” ujar Kepala Daker Mekkah PPIH, Arsyad Hidayat, Sabtu (03/10), seperti dikutip dalam siaran pers yang dilansir di laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menurut Arsyad, dengan ditemukannya empat jenazah ini, jumlah WNI yang hilang atau belum kembali ke pemondokan sejak insiden terjadi berkurang dari 38 menjadi 34 orang.


“Kami akan terus berupaya mencari jemaah haji yang masih belum ditemukan sampai dengan saat ini dan akan dikabarkan dalam kesempatan waktu sesegera mungkin untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Arsyad.

Sementara itu, enam WNI korban luka dalam insiden Mina hingga kini masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi.

Guna mempercepat identifikasi, pemerintah Indonesia mengirimkan 10 orang anggota Disaster Victim Identification (DVI) Polri ke Arab Saudi pada Sabtu (3/10).

Menurut Direktur Eksekutif DVI Polri, Kombes Anton Castillani, tim ini dipimpin oleh Mas’udi, mantan atase kepolisian di KBRI Riyadh.

Pengiriman tim tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir, di sela sidang Majelis Umum PBB di New York pada 28 September lalu.

Dalam pertemuan tersebut Retno menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan pihak Arab Saudi dalam hal identifikasi korban jika dibutuhkan. Tawaran tersebut mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah Arab Saudi.

Tim Identifikasi korban dari Indonesia merupakan tim asing pertama yang bergabung dengan tim Arab Saudi sejak terjadinya insiden Mina pada 24 September.

Tragedi ini terjadi ketika jemaah haji berdesakan menuju tempat melontar jumrah di Mina. Hingga kini, angka resmi dari pemerintah Saudi menunjukkan korban tewas mencapai 769 jiwa dan lebih dari 900 orang terluka.

Korban paling banyak berasal dari Iran, yaitu 464 orang. Menurut data dari Organisasi Haji dan Ziarah Iran, terdapat 14 jemaah Iran dirawat di rumah sakit karena terluka dalam tragedi Mina.

(stu/stu)