Dilansir kantor berita Korsel, Yonhap, NPA menahan pria berusia 32 tahun tersebut di rumahnya di Provinsi Chungcheong atas tuduhan melanggar Hukum Kontrol Imigrasi dan pemalsuan dokumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria ini juga pernah mengunggah foto diri memakai topi berlogo Front Nusra ketika sedang berada di Gyeongbok Palace, istana kuno populer yang sering dikunjungi turis di Seoul.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami penyelidikan untuk mengetahui apakah pria ini memilkiki kaitan dengan aksi terorisme.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, mengakui bahwa dua pekan lalu, KBRI Seoul sudah mendapatkan informasi dari otoritas keamanan bahwa ada WNI dalam yang berada dalam pengawasan.
"Namun mengenai penangkapan, teman-teman sekarang sedang melakukan klarifikasi dan koordinasi dengan keamanan setempat," kata Iqbal.
Sebelumnya, NPA dalam laporan kepada parlemen mengatakan bahwa ada puluhan orang di Korsel mengaku mendukung ISIS, kelompok militan yang mengkalim bertanggung jawab atas rangkaian teror di Paris pada Jumat lalu. (stu/stu)