RI Komitmen Turunkan Emisi 29 Persen di Tahun 2030

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2015 00:54 WIB
RI Komitmen Turunkan Emisi 29 Persen di Tahun 2030 Pada KTT Perubahan Iklim di Paris, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29 persen di bawah business as usual pada tahun 2030. (Reuters/Christian Hartmann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo dalam pidatonya dalam KTT Perubahan iklim atau COP 21 di Paris, Perancis, Senin (30/11), mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen dalam aksi global menurunkan emisi.

Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi sebesar 29 persen di bawah business as usual pada tahun 2030. Penurunan emisi tersebut dilakukan dengan mengambil langkah di berbagai bidang.
Di antaranya di bidang energi dengan pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif, peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025, dan pengolahan sampah menjadi sumber energi.

Langkah yang diambil di bidang tata kelola hutan dan sektor lahan, melalui penerapan one map policy, menetapkan moratorium dan peninjauan izin pemanfaatan lahan gambut dan pengelolaan lahan dan hutan produksi lestari.


Sementara itu, langkah yang diambil di bidang maritim adalah mengatasi perikanan ilegal dan perlindungan keanekaragaman hayati laut yang semuanya melibatkan rakyat.

Dengan komitmen ini Indonesia tergabung bersama 125 negara lainnya yang menegaskan upaya penurunan emisi. Amerika Serikat salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar, berjanji mengurangi emisi hingga 28 persen pada 2025. China yang pertumbuhan ekonominya kian pesat namun berimbas buruk bagi lingkungan berkomitmen menurunkan emisinya dalam 15 tahun ke depan dan menggunakan energi terbarukan.

Menurut analisa PBB bulan lalu, upaya penurunan emisi ini, jika berhasil, maka mampu menanggulangi kenaikan suhu bumi hingga 2,7 derajat Celcius. COP 21 diharapkan bisa mengurangi efek rumah kaca, membentuk mekanisme peninjauan perkembangan lingkungan tiap negara dan menekan negara-negara untuk mengimplementasikan komitmen mereka.

Joko Widodo berharap kesepakatan Paris dapat mencerminkan keseimbangan, keadilan serta sesuai prioritas dan kemampuan nasional. Kemudian, juga harus mengikat, berdampak jangka panjang, ambisius, tetapi tidak menghambat pembangunan negara berkembang.

"Untuk mencapai kesepakatan Paris, semua pihak, saya ulangi, semua pihak harus berkontribusi lebih dalam aksi mitigasi dan adaptasi, terutama negara maju," ujar Presiden Jokowi.

Kontribusi yang dimaksud Jokowi adalah dengan melakukan mobilisasi pendanaan sebesar US$100 miliar hingga 2020, dan ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya serta transfer teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas. (den)