Acara Tak Tertib, Jokowi Batal Pidato di Satu Forum KTT Iklim

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2015 20:07 WIB
Acara Tak Tertib, Jokowi Batal Pidato di Satu Forum KTT Iklim Kantor Kepresiden mengaku Jokowi batal berpidato di Forum Mission Inovation di KTT Perubahan Iklim di Paris karena acara tak tertib. (Rusman/Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo batal berpidato di Forum Mission Inovation di Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim bertajuk Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB bertajuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Conference of the Parties (COP21) di Paris,Perancis. Hal ini dikarenakan pengaturan acara yang dihadiri oleh berbagai kepala negara itu dinilai berlangsung tidak tertib.

"Ada salah pengertian akibat pemberitaan yang tidak akurat saat Presiden Jokowi batal pidato di forum Mission Inovation di COP21 di Paris," kata Kepala Staf Presiden Teten Masduki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/12).

Dalam pernyataannya, Teten menjelaskan ada beberapa forum dalam agenda utama COP21 Paris tersebut. Setiap forum dilakukan di beberapa ruangan berbeda.


"Setiap kepala negara setelah mendapat giliran pidato, meninggalkan gedung utama dan mengikuti forum lain," katanya.

Teten memaparkan setelah mendapat giliran pidato di gedung utama, Presiden Jokowi langsung keluar ruangan menuju Forum Mission Innovation dengan menumpang bis khusus yang disediakan oleh panitia untuk masing-masing kepala negara yang juga menuju forum tersebut.

"Ketika Presiden Jokowi tiba di forum Mission Innovation, di podium sedang berlangsung pidato Bill Gates, lalu Modi dan Obama," kata Teten, merujuk kepada Presiden India Narendra Modi dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

"Presiden Jokowi lalu duduk di deretan kursi paling depan, berdampingan dengan PM Inggris dan lain-lain," ujar Teten.

Setelah Obama selesai pidato, Modi kemudian meninggalkan acara yang kemudian disusul oleh Obama. Melihat ini, peserta yang hadir lantas berdiri dan ikut keluar ruangan. Padahal, lanjut Teten, saat itu ada belasan kepala negara atau pemerintahan yang akan berpidato, termasuk Presiden Jokowi.

"Karena tidak ada pengaturan dari pihak panitia, terdapat lebih dari 10 kepala negara/kepala pemerintahan yang siap bicara, antara lain presiden Jokowi, PM UK, PM Jepang Presiden Meksiko, Presiden Brasil, Presiden Chile dan lain-lain. Semua kepala negara memutuskan untuk tidak bicara karena ketidaktertiban pengaturan acara ini," jelas Teten.

"Demikian klarifikasi ini, semoga tidak ada salah pengertian," tutur Teten. (ama/ama)