Dalam Hitungan Jam, Irak Rebut Ramadi dari ISIS
Rizky Sekar Afrisia | CNN Indonesia
Senin, 21 Des 2015 23:54 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- ISIS harus bersiap jika masih ingin mempertahankan Ramadi. Sebab, pasukan Irak sedang berupaya mengambil alih kembali kota di sisi barat itu dari kelompok militan Islam, dalam waktu dekat, diberitakan Reuters.
Persiapan serangan sudah dikonfirmasi kepala pasukan Irak, Letnan Jenderal Othman al-Ghanemi kepada stasiun televisi nasional, Senin (21/12). Meski tak menyebutkan waktunya, Al-Ghanemi menegaskan pihaknya akan menyerang.
Ia mengatakan, "Ada operasi yang sedang berlangsung untuk mengontrol sektor dalam persiapan serangan di pusat kota beberapa jam ke depan." Tak lupa ia menambahkan, "Insya Allah." ISIS sudah tahu soal serangan itu.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Irak sudah mengatakan bahwa ISIS mencegah warga sipil yang ingin meninggalkan Ramadi sehubungan dengan adanya rencana penyerangan. Rencana itu sendiri sudah ada sejak Minggu.
Pesawat militer Irak menjatuhkan selebaran di kota itu pada Minggu (20/12) dan meminta warga meninggalkan kota dalam waktu 72 jam. Dalam waktu itu, pasukan Irak akan menyerang.
Selebaran itu juga berisi rute aman bagi warga yang hendak menyelamatkan diri. Namun, ISIS sedang berupaya membuat mereka tetap tinggal.
Ramadi jatuh ke tangan ISIS sejak Mei lalu. Intelijen Irak memperkirakan, ada sekitar 250 sampai 300 pejuang ISIS yang bercokol di pusat Ramadi, yang merupakan ibu kota Anbar itu. (rsa)
Persiapan serangan sudah dikonfirmasi kepala pasukan Irak, Letnan Jenderal Othman al-Ghanemi kepada stasiun televisi nasional, Senin (21/12). Meski tak menyebutkan waktunya, Al-Ghanemi menegaskan pihaknya akan menyerang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat militer Irak menjatuhkan selebaran di kota itu pada Minggu (20/12) dan meminta warga meninggalkan kota dalam waktu 72 jam. Dalam waktu itu, pasukan Irak akan menyerang.
Selebaran itu juga berisi rute aman bagi warga yang hendak menyelamatkan diri. Namun, ISIS sedang berupaya membuat mereka tetap tinggal.
Ramadi jatuh ke tangan ISIS sejak Mei lalu. Intelijen Irak memperkirakan, ada sekitar 250 sampai 300 pejuang ISIS yang bercokol di pusat Ramadi, yang merupakan ibu kota Anbar itu. (rsa)