"Republik Islam Iran menyampaikan penyesalan atas insiden ini dan tentu akan melakukan upaya penangkapan dan peradilan bagi pelakunya," demikian penggalan surat bertanggal Senin (4/1) tersebut seperti dikutip Al Arabiya, Selasa (5/1).
Melalui surat tersebut, Iran juga menyatakan akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah kejadian serupa terulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun sudah ada upaya keras dari aparat penegak hukum, beberapa dari mereka tetap memasuki gedung kedutaan dan menyebabkan beberapa kerusakan di gedung," tulis Iran.
Sementara itu, beberapa analis menganggap bahwa kisruh ini akan memperdalam jurang perbedaan antara Muslim Sunni dan Syiah di kawasan Timur Tengah.
Menurut peneliti senior dari Universitas Oxford, Toby Matthiesen, peristiwa ini juga dapat menambah runyam skala besar isu di kawasan, dari krisis Suriah hingga Yaman.
Iran dan Arab Saudi mendukung kelompok yang bertentangan di Suriah dan Yaman. Di Suriah Iran mendukung rezim Bashar al-Assad, sementara di Yaman, Iran dituding mendukung kelompok pemberontak al-Houthi.