Militer AS: Terpojok di Suriah, ISIS Serang Indonesia

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2016 10:19 WIB
Militer AS: Terpojok di Suriah, ISIS Serang Indonesia ISIS mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah ledakan bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, yang menewaskan tujuh orang, dua di antaranya merupakan warga sipil dan lima pelaku. (Reuters/Veri Sanovri/Xinhua)
Jakarta, CNN Indonesia -- Klaim ISIS atas beberapa serangan terkini, seperti di Istanbul bahkan Jakarta, bukan berarti kelompok militan itu semakin kuat. Kepala Komando Pusat Militer Amerika Serikat, Lloyd Austin, mengatakan bahwa ISIS meningkatkan serangannya ke luar negeri karena mulai terpojok di Irak dan Suriah.

"ISIS menunjukkan sikap defensif di Irak dan Suriah. Ke depannya, kami perkirakan mereka akan meningkatkan aksi teror seperti yang terjadi di Baghdad di Turki, dan paling baru di Indonesia," ujar Austin seperti dikutip Washington Times, Kamis (14/1).

Sejak 2014, ISIS memang berhasil merebut banyak wilayah di Irak dan Suriah kemudian menyebutnya sebagai bagian dari kekhalifahan mereka. Namun sejak pertengahan 2015, ISIS berhasil dipukul mundur di beberapa titik, bahkan dari kota kunci di Irak, Ramadi.


Koalisi serangan udara pimpinan AS pun berhasil menghancurkan infrastruktur minyak ISIS di Suriah, salah satu sumber dana terbesar bagi kelompok militan tersebut. Pada pekan ini, koalisi bahkan berhasil mengebom fasilitas keuangan ISIS di Mosul, Irak, dan menyita uang tunai jutaan dolar.

Menurut Austin, ISIS akan meningkatkan aksinya di luar negeri untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap kemunduran tersebut.

"ISIS ingin menjauhkan perhatian dari meningkatnya kemunduran yang mereka alami. Penting untuk dimengerti bahwa aksi teroris semacam ini bukan berarti ISIS bertambah kuat. Secara keseluruhan, kami justru membuat perkembangan pesat," kata Austin.

Kendati demikian, Austin mengakui bahwa pertarungan melawan ISIS masih akan terus berlanjut. "Pertempuran melawan ISIS masih jauh dari selesai. Seperti yang saya katakan kepada pasukan saya agar terus siaga," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Ash Carter, menjabarkan dua perkembangan terbaru di Irak dan Suriah.

Kini, porsi pasukan khusus AS di Suriah diperkecil. Mereka akan bekerja sama dengan pasukan Arab dan Kurdi untuk mengepung Raqqa dan memberikan titik target kepada koalisi serangan udara. Sementara itu, ekspedisi dengan target pembunuhan para pemimpin ISIS di Irak mulai digencarkan.

Menurut Carter, merebaknya serangan ISIS di luar negeri merupakan indikasi bahwa gempuran di Irak dan Suriah harus diintensifkan.

"Pertumbuhan ISIS di dunia sangat mengkhawatirkan. Kami akan bertindak lebih banyak," katanya.

Sebelumnya, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah ledakan bom yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Insiden ini menewaskan tujuh orang, dua di antaranya merupakan warga sipil dan lima pelaku. (den)