Austria Tolak Tampung Imigran yang Masuk Melalui Jerman

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 16/01/2016 02:08 WIB
Austria Tolak Tampung Imigran yang Masuk Melalui Jerman Ilustrasi imigran (Reuters/Marko Djurica)
Jakarta, CNN Indonesia -- Austria akan menolak menampung imigran yang memasuki negara ini melalui Jerman. Menurut Menteri Dalam Negeri Austria, Johanna Mikl-Leitner, para imigran yang memasuki wilayah Austria melalui Jerman seharusnya mengajukan permohonon suaka ke Jerman, dan bukan ke Austria.

Menjadi negara Eropa yang terkenal paling ramah terhadap imigran, Jerman kini mulai kewalahan dan menolak para imigran di perbatasan Austria yang jumlahnya semakin meningkat. 

Setiap hari sepanjang pekan ini, Jerman mengembalikan ratusan imigran ke Austria, menurut laporan dari petugas kepolisian Austria di perbatasan. 


Ratusan ribu imigran berbondong-bondong melalui Austria untuk menuju ke Jerman sejak September lalu. Kedua negara ini saling lempar imigran, yang sebagian besar datang dari sejumlah negara berkonflik di Timur Tengah, Afghanistan, Afrika dan lainnya.

Sepanjang tahun 2015, sekitar 90 ribu imigran mengajukan suaka di Austria, namun kekhawatiran tentang semakin meningkatnya jumlah imigran ke negara ini membuat dukungan untuk partai sayap kanan meningkat.

Sejumlah menteri dari Partai Sosial Demokrat maupun Partai Rakyat Austria, menyerukan sejumlah langkah untuk membatasi jumlah imigran, meskipun kedua partai ini tidak sepakat soal cara yang harus ditempuh Austria.

"Bagaimana situasi saat ini di perbatasan Jerman-Austria? Hanya mereka yang ingin mencari suaka di Jerman dibiarkan lewat, sedang mereka yang ingin terus melakukan perjalanan dikirim kembali," kata Mikl-Leitner, dalam wawancara dengan media Austria, ORF.

"Kami akan menghentikan mereka langsung di perbatasan di wilayah selatan selama akhir pekan depan," katanya, merujuk kepada perbatasan negara itu dengan Slovenia.

Sepanjang 2015, Eropa kedatangan lebih dari satu juta pengungsi. Jerman menjadi salah satu negara anggota Uni Eropa yang paling terkena dampak atas arus imigran ini. Sejumlah sumber di Berlin menyebutkan terdapat 1,09 juta pencari suaka di Jerman sepanjang 2015.

Sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark dan Swedia, beruaya untuk membendung arus imigran, dengan cara melakukan pengecekan di wilayah perbatasan pekan ini. Langkah ini dinilai merupakan hambatan bagi warga di negara-negara zona Schengen ini.

Uni Eropa mengandalkan Turki untuk membantu mengurangi jumlah imigran yang memasuki Benua Biru tersebut melalui kesepakatan dengan Ankara akhir tahun lalu. Turki berjanji akan menyerap lebih banyak pengungsi yang melarikan diri dari perang sipil Suriah.

Komisi Eropa, yang berupaya untuk membantu menempa kebijakan migrasi Uni Eropa, utamanya usai sejumlah kasus kematian imigran yang mencoba menyebrangi Laut Mediterania pada April lalu, menyatakan hingga saat ini kebijakan tersebut masih tidak menghasilkan kemajuan yang signifikan.

Dari 160 ribu imigran yang disepakati akan dipindahkan dari Italia dan Yunani ke negara lain di Uni Eropa, baru 272 orang yang telah dipindahkan sejauh ini. (ama/ama)