Pamor Kanselir Jerman Terus Turun karena Isu Imigran

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2016 19:47 WIB
Pamor Kanselir Jerman Terus Turun karena Isu Imigran Kanselir Jerman, Angela Merkel, terus dikritik karena kebijakannya yang membuat 1,1 juta pengungsi tiba di Jerman sepanjang tahun lalu. (Reuters/Fabrizio Bensch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dukungan untuk Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan blok konservatifnya terus turun akibat kebijakan soal imigran.

Jajak pendapat Forsa yang dilansir Rabu (20/1) menunjukkan banyak yang khawatir akan persoalan keamanan dan kejahatan setelah pelecehan seksual di Cologne pada malam Tahun Baru yang diduga dilakukan oleh imigran.

Kebijakan Merkel yang membuka pintu bagi imigran, dan tekadnya bahwa Jerman bisa menangani arus imigran sebanyak 1,1 juta pada tahun lalu telah membuat repot otoritas lokal dan memecah koalisi partai Merkel.
Meski begitu, Merkel tetap unggul dari rival utamanya, Sigmar Gabriel dari Sosial Demokrat, blok konservatifnya masih memimpin jajak pendapat.


Forza mengungkap blok konservatif Merkel turun 1 poin menjadi 37 persen, level terendah sejak November lalu, dan sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) naik 1 pon menjadi 10 persen.

Lebih lanjut, dukungan untuk Merkel anjlok 4 poin menjadi 44 persen. Meski begitu, Merkel tetap unggul dari Gabriel yang naik 1 poin menjadi 16 persen.
"Setelah malam Tahun Baru di Cologne dan serangan kepada wisatawan Jerman di Istanbul, banyak warga yang berpikir tidak hanya soal krisis pengungsi namun juga memerangi teror dan kriminalitas," kata kepala Forsa, Manfred Guellner.

Merkel berada di bawah tekanan beberapa rekannya di partai konservatif--terutama sekutunya di Bavaria yang menjadi titik masuk bagi kebanyakan imigran di Jerman--untuk mengubah kebijakannya lalu menutup perbatasan Jerman.

Jajak pendapat itu juga menunjukkan 55 persen Jerman lebih memilih untuk menutup perbatasan agar menyetop arus imigran.

Pemilu federal Jerman akan dilangsungkan pada 2017 mendatang.
(stu/stu)