Cuaca Dingin Tidak Hentikan Langkah Pengungsi Suriah

Reuters/Marko Djurica, CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2016 13:37 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Para pengungsi harus berjalan hingga 10 kilometer di tengah cuaca dingin menggigit di Serbia. Paling terancam adalah anak-anak yang rentan radang dingin.

Pengungsi menyelimuti anak mereka di tengah musim dingin menggigit di Serbia. Musim dingin Eropa dikhawatirkan mengancam nyawa para pencari suaka, terutama anak-anak. (Reuters/Marko Djurica)
Pengungsi menunggu kereta menuju Kroasia di stasiun Presevo, Serbia, di tengah musim dingin. Menurut laporan UNICEF, berjalan di kedinginan membuat anak-anak kelelahan, ketakutan dan butuh perawatan medis. (Reuters/Marko Djurica)
Cuaca dingin di Serbia bisa mencapai -10 derajat Celcius. Di tengah suku beku, para pengungsi terancam hipotermia dan radang dingin selama dalam perjalanan. (Reuters/Marko Djurica)
Sekitar 1.000 pengungsi dari Suriah, Afghanistan dan Irak tiba di Presevo, Serbia, setiap harinya. (Reuters/Marko Djurica)
Untuk sampai di Presevo, para pengungsi menggunakan bus atau kereta. Tapi mereka harus lebih dulu berjalan sekitar 10 kilometer menuju perbatasan Serbia. Setelah sampai di kota Miratovac, Serbia, mereka naik bus gratis menuju Presevo. (Reuters/Marko Djurica)
Serbia menyediakan tempat penampungan di bekas pabrik, hotel dan bangunan di seluruh negeri untuk para pengungsi yang terjebak kedinginan. (Reuters/Marko Djurica)
Fotografer Reuters, Marko Djurica, mengatakan beberapa pengungsi asal Suriah dan Irak tidak pernah melihat salju. Djurica mengatakan,
Serbia memutuskan akan membatasi perlintasan pengungsi yang hendak menuju Austria atau Jerman. Keputusan ini diambil setelah Austria akan memangkas penerimaan pencari suaka. (REUTERS/Marko Djurica)
Foto: REUTERS/Marko Djurica