Delapan Juta Anak di Daerah Konflik Akan Dapat Akses Edukasi
Hanna Azarya Samosir | CNN Indonesia
Rabu, 27 Jan 2016 21:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari delapan juta anak yang tinggal di daerah konflik dan krisis akan mendapatkan akses pendidikan pada 2016.
"Tahun ini, UNICEF merencanakan peningkatan dramatis angka anak dalam krisis yang akan diberikan akses edukasi, dari 4,9 juta pada awal 2015 menjadi 8,2 juta pada 2016," demikian kutipan siaran pers Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Menurut UNICEF, lebih dari 50 persen penerima bantuan tersebut, sekitar 5 juta jiwa, nantinya adalah anak-anak dari Suriah.
Seperti diberitakan Sputnik, untuk dapat mengimplementasikan tujuan tersebut, UNICEF akan menggalang dana sebesar US$2,8 miliar yang harus terkumpul tahun ini.
Keputusan ini diambil oleh UNICEF lantaran kondisi perang di beberapa belahan dunia kian parah.
Merujuk pada data UNICEF, hampir 24 juta dari 109,2 juta anak sekolah dasar tinggal di daerah konflik. Kini, mereka kehilangan akses edukasi. (stu)
"Tahun ini, UNICEF merencanakan peningkatan dramatis angka anak dalam krisis yang akan diberikan akses edukasi, dari 4,9 juta pada awal 2015 menjadi 8,2 juta pada 2016," demikian kutipan siaran pers Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Menurut UNICEF, lebih dari 50 persen penerima bantuan tersebut, sekitar 5 juta jiwa, nantinya adalah anak-anak dari Suriah.
Lihat juga:UNICEF Konfirmasi Malnutrisi di Madaya |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk pada data UNICEF, hampir 24 juta dari 109,2 juta anak sekolah dasar tinggal di daerah konflik. Kini, mereka kehilangan akses edukasi. (stu)