"Tahun ini, UNICEF merencanakan peningkatan dramatis angka anak dalam krisis yang akan diberikan akses edukasi, dari 4,9 juta pada awal 2015 menjadi 8,2 juta pada 2016," demikian kutipan siaran pers Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Menurut UNICEF, lebih dari 50 persen penerima bantuan tersebut, sekitar 5 juta jiwa, nantinya adalah anak-anak dari Suriah.
Lihat juga:UNICEF Konfirmasi Malnutrisi di Madaya |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk pada data UNICEF, hampir 24 juta dari 109,2 juta anak sekolah dasar tinggal di daerah konflik. Kini, mereka kehilangan akses edukasi. (stu)