Menteri Lingkungan Hidup Norwegia Vidar Hegelsen mengatakan bantuan diberikan karena pemerintah Norwegia mengapresiasi tindakan Indonesia dalam mengatasi persoalan kebakaran hutan dan perlindungan lahan gambut.
"Norwegia akan mendukung Indonesia dalam bentuk kerja sama jangka panjang untuk perlindungan hutan dan ekosistemnya,"kata Vidar di Istana Merdeka, Rabu (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Vidar mengatakan bantuan sebesar dana tersebut akan diberikan dalam dua tahapan. Tahap pertama yakni pada tahun ini sebesar US$25 juta atau setengah dari jumlah total pemberian.
"Kalau ada perkembangan baru akan kami berikan lagi tahap berikutnya,"kata Vidar.
Dana akan diberikan jika Indonesia dapat membuktikan mereka mampu melindungi hutan dan mengurangi kebakaran hutan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya setengahnya yang akhirnya diberikan kepada pemerintah Indonesia.
Saat itu, proyek percontohan REDD plus dilaksanakan di beberapa provinsi termasuk Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Namun, belum selesai proyek dilaksanakan, kebakaran hutan kembali melanda enam provinsi di Indonesia. Atas dasar itu, Badan Restorasi Gambut akhirnya dibentuk pemerintah.
Dalam kesempatan sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan dukungan pemerintah Norwegia sudah berlangsung sejak 2011, terutama dengan adanya Letter of Intent antara kedua negara.
Bantuan dana US$50 juta diberikan, katanya, karena Norwegia menyatakan dukungan atas pembentukan Badan Restorasi Gambut di Indonesia.
"Menteri Lingkungan Hidup Norwegia juga menyampaikan kepada Pak Jokowi beberapa hal di sekitar kita yang mesti diperbaiki demi tujuan perlindungan hutan dan lahan gambut," kata Siti. (den)